oleh



Asrama Brimob di Padang Panjang Terbakar, 10 Rumah Nyaris Jadi Abu

PADANG PANJANG (Metrans)

Suasana hening ditiup angin sepoi-sepoi, tatkala lelapnya badan melepas lelah sehabis bekerja dari pagi hingga sore, buncah dikejutkan oleh "sigulambai" melalap perumahan warga Rabu (9/10) sekira pukul 16:00 WIB. Teriakan histeris para Ibu Bhayangkara pun memecah kesunyian melihat api bertambah besar, merajalela menyantap atap dan dinding rumah di Perumahan Asrama Brimob Polda Sumbar di Padang Panjang. 

Bau hangus dari sisa barang bangunan yang terbakar masih tercium di lokasi tersebut, ketika Metrans mendatangi tempat itu. Kebakaran itu mengakibatkan 10 rumah di Blok D yang dibangun sejak tahun 1952 itu nyaris habis tak tersisa, ditambah satu unit mobil yang terparkir di garasi rumah juga jadi santapan "sigulambai". 


Peristiwa hebat ini sempat menjadi tontonan warga sekitar. Menurut Kapolres Padang Panjang, AKBP Sugeng Hariyadi, dugaan sementara, penyebab kebakaran tersebut adalah arus pendek PLN di salah satu bangunan asrama tersebut. Tetapi api dapat dikontrol secara efektif setelah satuan Damkar Padang Panjang memberikan bantuan.

"Dugaan sementara arus pendek. Namun, untuk pastinya, kami menunggu tim Puslabfor melakukan kajian," kata Sugeng.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Metrans, api memusnahkan 10 bangunan di blok D Asrama yang sudah dibangun sejak 1952 itu. Para prajurit-prajurit handal Brimob itu tengah melakukan tugas negara melakukan pengaman di berbagai daerah antara lain Jakarta dan Papua.

Setelah kurang lebih setengah jam berjibaku, api benar-benar dapat dikuasai sejak mulai terjadi kebakaran. Suara lengkingan mobil Damkar juga mengejutkan warga, termasuk Wakil Walikota Padang Panjang, Asrul dan jajarannya yang tengah melakukan rapat. Beberapa saat setelah kebakaran, Wawako Asrul langsung mengunjungi para korban kebakaran.

Tak hanya sendiri Wawako Padang Panjang datang sekaligus membawa bantuan yang berasal dari BPBD dan Dinas Sosial Padang Panjang. Adapun jenis bantuan tersebut adalah selimut sebanyak 65 lembar, family kit dan matras.

Di lokasi kejadian, salah seorang Ibu Bhayangkari hanya bisa menangis melihat "sigulambai" melalap kediamannya. Bahkan anak-anaknya pun diselamatkan tetangga, tak ada yang bisa diselamatkan, kecuali baju dan apa yang dipakai saat itu .Surat-surat berharga seperti ijazah pun hangus jadi debu.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum dapat informasi selengkapnya atas musibah kebakaran ini, terutama yang berkaitan dengan nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. (pul) 


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru