oleh

JUGA BISA DIHUKUM KEBIRI

Bocah Korban Pedofil di Padang Idap Kanker Rektum Stadium 4, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

PADANG (Metrans)

Tim Opsnal Satreskirm Polresta Padang membekuk seorang tersangka pedofil berinisial AMR alias Udin Gombak (55) di Sungai Penuh, Kerinci, Provinsi Jambi, Sabtu (30/11) sekira pukul 11.00 WIB. Sebelum dibekuk, tersangka dinyatakan buron sejak Juli 2019 lalu.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di Mapolresta Padang, Senin (2/12) terungkap bahwa Udin Gombak telah melancarkan aksi bejatnya kepada korban yang masih di bawah umur berinisial TS (12) sebanyak empat kali. Bahkan korban mengalami kanker rektum stadium 4 dan terpaksa dilarikan ke Jakarta untuk mendapat perawatan intensif.


Dalam melancarkan aksinya, tersangka mengiming-imingi korban akan diberi uang demi memenuhi nafsu bejatnya. Sehingga korban yang masih bau kencur itu akhirnya menjadi korban dan tempat pelampiasan hasrat kakek yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan tersebut.

Tak hanya itu, korban diperkosa hingga berkali-kali, yang bermula pada tahun 2018 yang lalu. Saat itu korban tengah berjualan keripik, karena uang hasil jualan keripiknya (korban) hilang, saat itu timbul niatnya untuk mencabuli anak dengan memanfaatkan kondisi untuk mengganti uang korban yang hilang tersebut.

Selanjutnya tersangka menjalankan aksinya dan mengajak korban untuk memenuhi hasratnya dengan mengancam untuk tidak diberitahu kepada siapa pun. Semenjak itulah yakni pada bulan Agustus 2018 pelaku mulai mencabuli korban hingga bulan April 2019.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan, tersangka telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban sejak tahun 2018. Aksi tersangka ini berulang, hingga sebanyak empat kali. 

"Tersangka sudah sering melakukan perkara ini terhadap korban, sejak bulan Agustus 2018 dan terkahir bulan April 2019. Perbuatan persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan pelaku telah empat kali dan dilakukan di semak-semak," kata Yulmar saat jumpa pers di Mapolresta Padang, Senin (2/11). 

Yulmar menambahkan, modus tersangka memberikan uang sebagai pengganti hasil jualan keripik milik korban. Tersangka juga mengancam korban agar tidak tidak menceritakan kepada orang lain. 

"Setiap kali melakukan, korban dikasih Rp20 hingga Rp30 ribu dan diancam tidak boleh diberitahukan kepada orang lain. Memang akibat peristiwa ini, korban mengalami kanker rektum stadium 4," ujarnya. 

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 82 juncto pasal 76 e juncto pasal 81 ayat (2) juncto pasal 76 d undang-undang nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016. 

Perubahan kedua undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka paling singkat diancam lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara dengan denda sebesar Rp5 miliar. 

Terkait peristiwa itu korban mengalami kanker akan disampaikan ke ahli sebagai pemberatan ancaman hukuman terhadap tersangka. Hal ini nantinya akan menjadi pertimbangan hakim. 

"Termasuk bisa juga dihukum kebiri, tergantung keputusan dan keyakinan hakim. Kami dari kepolisian tidak pernah menyampaikan ke hakim (soal kebiri), itu keputusan sepenuhnya ada pada hakim," bebernya.

[Buliza Rahmat]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru