oleh



Dosen TI PNP Gelar Pelatihan dan Bangun Sistem Informasi Desa di Padang Pariaman

PADANG (Metrans)

Sebagaimana dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen tidak hanya berkewajiban mengajar tapi juga melaksanakan penelitian dan pengabdian. Menurut undang-undang tentang pendidikan tinggi, pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kali ini, Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Jurusan Teknologi Informasi (TI) kembali menggelar Program Pengabdian Masyarakat (Abdimas) di Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Pengabdian masyarakat berjudul "Pembuatan dan Pelatihan OpenSID untuk Nagari Digital Binaan Politeknik Negeri Padang di Nagari Sikucur" ini dimulai pada Februari 2019 dan telah berakhir pada Oktober 2019 lalu.


Ketua Tim Pelaksana, Defni, S.Si.,M.Kom mengatakan, pihaknya melakukan pengabdian di Nagari Sikucur ini karena sebelumnya, nagari tersebut belum memiliki sistem informasi yang memadai yang dapat menampung dan mengelola data masyarakat yang mengakibatkan panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk memproses sebuah dokumen atau surat.

"Oleh karena itu solusi yang diberikan adalah membangun sebuah sistem informasi yang terintegrasi dan memberikan pelatihan tata kelola sistem informasi untuk memperbaiki sistem pengelolaan data yang digunakan saat ini. Untuk kegiatan sudah selesai pada bulan April lalu, dan pelatihan serta implementasinya sudah dilakukan pada Oktober lalu," kata dia didampingi empat anggotanya yakni Hj. Rasyidah, S.Si.,M.M; Rita Afyenni, M.Kom; Yance Sonatha, MT dan Meri Azmi, M.Cs, Rabu (27/11).

Ia menyebut, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di nagari itu, sangat penting memiliki sebuah sistem informasi desa (SID) yang dapat membantu pengelola desa untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakatnya. 

"Adanya SID ini juga mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk memberdayakan pengelolaan desa dan memberikan akses informasi yang cepat kepada masyarakat. Ini sangat penting karena sangat membantu pengelolaan dan pengolahan data yang berhubungan dengan layanan publik sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang nyaman," ungkap Defni yang juga Ketua Program Studi Manajemen Informatika itu.

Sistem tersebut, jelas dia, dapat menampung dan mengelola data masyarakat di Nagari Sikucur yang bersifat open data (data terbuka yang dikenal dengan OpenSID). Pembuatan OpenSID merupakan sebuah layanan berbasis website untuk memudahkan nagari dalam memberikan layanan kepada masyarakat, seperti layanan data kependudukan, surat menyurat, aplikasi surat masuk dan keluar, pemetaan, pertanahan, dan lainnya.

"Dengan adanya OpenSID ini, kantor desa jadi lebih efisien dan efektif. Kemudian pemerintah desa bisa lebih buka-bukaan alias transparan kepada masyarakat, lebih akuntabel, layanan publik lebih baik, warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa, bahkan warga dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa," lanjut dia.

Lebih lanjut kata dia, setelah pembuatan sistem informasi nagari yang berisi semua komponen atau data yang dibutuhkan oleh nagari selesai selesai dibuat, pihaknya juga menggelar pelatihan dan pendampingan tentang tata kelola penggunaan sistem informasi tersebut kepada wali dan staff nagari, sehingga dihasilkan pengelola nagari yang mengetahui tata kelola sistem informasi nagari seperti tata cara pemasukan data dan cetak dokumen.

"Pengabdian ini tidak sekadar membangun sistem informasi siap guna ataupun teknologi bagi nagari, namun yang tak kalah pentingnya adalah memberikan pelatihan tata kelola sehingga baik wali maupun staff nagari terkait dapat tetap menggunakan sistem informasi tersebut walaupun program pengabdian telah berakhir. Sistem pengelolaan ini akan dikelola oleh pihak nagari dengan pendampingan dari tim pengabdian," pungkasnya.

[Raihan Al Karim]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru