oleh



Sabu-sabu Marak di Limapuluh Kota, Kepulauan Mentawai Ikut Juga

Limapuluh Kota, Khazanah--- Diduga sebagai pengedar Narkoba jenis sabu-sabu dua orang warga Payakumbuh di bekuk Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota , saat hendak mengantarkan kepada pemesan yang merupakan anggota kepolisian yang sedang melakukan penyamaran (undercover buy)

Kedua tersangka EF (33) dan rekannya MS (34) Warga Kelurahan Koto Panjang Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh dibekuk Minggu 6 Oktober 2029 sekitar pukul 00.10 Wib dipinggir Jalan Jorong Koto Tuo Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

Penangkapan terhadap keduanya dilakukan setelah Polisi kerap menerima laporan dari masyarakat sekitar terkait maraknya peredaran Narkoba di daerah itu. Dari informasi itu, Tim Opsnal Satreskoba yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba, Iptu Hendri Has melakukan penyelidikan dan memancing tersangka untuk melakukan transaksi.


Karena tidak menduga akan dibekuk, tersangka menyanggupi melakukan transaksi berupa satu paket Narkoba jenis sabu-sabu ukuran sedang.

Saat melakukan transaksi, tersangka mengajak polisi yang menyamar untuk menjemput barang yang sebelumnya telah disimpan di tepi jalan, saat hendak menyerahkan Narkoba itulah tersangka langsung dibekuk.

Sadar calon pasiennya (Pembeli Narkoba.red) adalah anggota polisi yang melakukan penyamaan, kedua tersangka mencoba melakukan perlawanan, namun sayang, karena kalah jumlah dan kurang cepat akhirnya kedua tersangka berhasil dibekuk, selain itu juga berhasil diamankan satu paket Narkoba jenis sabu-sabu ukuran sedang.

“Iya, kita berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga sebagai pengedar dan pemakai Narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya kita bekuk saat hendak menyerahkan Narkoba kepada anggota kita yang melakukan penyamaran,” kat Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo melalui Kasat Resnarkoba, Iptu. Hendri has didampingi Kasubag Humas, AKP. Yuhelman dan Kanit 1, Bripka. Marsanda, Senin pagi (7/10).

Hendri Has juga menambahkan, meski sempat membuang barang bukti, namun barang haram yang didapat tersangka dari Riau itu berhasil ditemukan.

Sementara kedua tersangka saat menjalalani pemeriksaan di Mapolres Limpuluh Kota menyebutkan bahwa barang haram itu ia beli dari seseorang di Pekanbaru seharga Rp3,5 juta dan akan dijual kembali seharga Rp4 juta.

“ Saya beli seharga Rp3,5 juta dan akan saya jual kembali seharga Rp4 juta,” ucap kedua tersangka.

Hingga kini keduanya masih ditahan di Mapolres Limapuluh Kota untuk menjalani pemeriksan lebih lanjut.

 

Pengedar Sabu-sabu di Mentawai

Sementara itu, Satresnarkoba Polres Kepulauan Mentawai juga mengamankan dua pria berinisial E (27) seorang pelajar/mahasiswa dan S (21) pengangguran, saat sedang berjalan di dusun Mapaddegat desa Tuapejat kecamatan Sipora utara pada Sabtu, (5/10) sekira pukul 23.00 Wib.

"Kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di tepi jalan dusun Mapaddegat sering terjadi transaksi narkoba. Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, kita berhasil menangkap kedua tersangka," ungkap Kapolres Mentawai AKBP Dody Prawiranegara saat press release di Mako Polres Mentawai, Senin (7/10).

Lebih lanjut AKBP Dody Prawiranegara mengatakan bahwa kedua tersangka saat itu diberhentikan, ditangkap, dan digeledah, kemudian ditemukan Barang Bukti berupa dua paket kecil plastik bening berisi butiran berbentuk kristal diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu di saku depan kanan E dan satu buah kaca pirek di saku celana kiri S.

Barang Bukti yang disita Polres Mentawai diantaranya dua paket kecil plastik bening berisi butiran berbentuk kristal diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu dan satu buah kaca pirek, satu unit HP dan sejumlah barang bukti lainnya.

Diketahui, E sebagai kurir (mengambil dan mengantarkan barang) terancam dijerat pasal 114 (1) Jo pasal 112 (1) Jo, pasal 132 (1) Jo, pasal 127 ayat 1 huruf a UU no 35 tahun 2009 dengan penjara 5 hingga 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 Miliar hingga Rp 10 miliar.

Kemudian S sebagai pengguna dijerat pasal 112 (1) Jo, pasal 132 (1) Jo, pasal 127 ayat 1 huruf a UU no 35 dengan penjara 4-12 tahun dan denda Rp 800 juta hingga Rp1 miliar. (Lili Yuniati/Novrizal Sadewa)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru