oleh



Tapal Batas Nagari Kapelgam-Koto Baru di Bayang Pessel Dirusak, Jalur Hukum Ditempuh

PAINAN (Metrans)

Pendirian tapal batas antar Nagari Kapencong Lubuk Gambir (Kapelgam) dengan Nagari Koto Baru, di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan dirusak. Pengrusakan itu diduga dilakukan oleh sejumlah pemuda Nagari Kapelgam, Selasa (26/11) sekitar pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan dari keterangan Kaur Perencanaan Nagari Koto Baru, Aan Konepi menyampaikan, pengrusakan tapal batas antar dua nagari itu diketahui ketika dirinya menerima telepon dari seorang temannya, bahwa tapal batas di daerah tersebut telah dirusak oleh sejumlah pemuda Kapelgam. Menerima hal itu, dia bersama temannya langsung menuju ke lokasi tersebut.


"Pas saya sampai di lokasi, orang yang merusak sudah tidak ada lagi di sana. Dan tapal batas yang didirikan telah rata dengan tanah," kata dia, Kamis (28/11)

Melihat kejadian itu, lanjutnya, ia melaporkan peristiwa tersebut ke Wali Nagari (Koto Baru- red) dan sang wali pun langsung menghubungi Wali Nagari Kapelgam," ujarnya.

Sementara itu, Walinagari Koto Baru, Sukardi mengatakan, atas pengrusakan yang dilakukan oleh pemuda Nagari Kapelgam tersebut, pihaknya telah menempuh jalur hukum.

Namun, sebelum persolan itu menuju ke ranah hukum, pihaknya terlebih dahulu telah menyampaikan ke pemerintah nagari Kapelgam untuk segera dilakukan mediasi. Tapi pemerintah nagari tersebut hanya mengikuti sesuai jalurnya.

"Atas pengrusakan ini, kami telah melapor ke pihak kepolisian. Dan sebelum melaporkannya kami telah meminta ke nagari itu agar kejadian ini bisa diselesaikan. Namun nagarinya mengikuti sesuai jalurnya saja," katanya.

Ia menambahkan, sebelum pendirian pembangunan tapal batas antar dua nagari itu, kesepakatan telah dilakukan dan disetujui termasuk juga si pemilik lahan.

"Sebelum didirikan, tapal batas ini kita di dua nagari telah melakukan musyawarah dan telah ada kesepakatan dengan pemilik lahan dan itu pun juga telah disetujui oleh pemerintah daerah," tutupnya.

Sementara itu, Walinagari Kapelgam, Dariasman membenarkan telah dirusaknya pembangunan tapal batas oleh sejumlah pemuda nagari setempat.

Sebelum kejadian itu, dirinya pun telah melarang agar tidak melakukan hal tersebut.

"Saya udah melarangnya untuk jangan melakukan pengrusakan itu. Tapi pemudanya bandel. Untuk itu biarlah persoalan ini berjalan ke proses hukum sebagai shock theraphy bagi yang berbuat," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bayang, Iptu Advianus membenarkan telah menerima laporan terkait pengrusakan didirikanya tapal batas antar dua nagari tersebut. Pihaknya bakal berhati-hati dalam memyelesaikan permasalahan tersebut.

"Saya sudah terima laporan pengrusakan itu. Saat ini kami sedang melakukan lidik dan akan memanggil saksi, pelapor untuk memberikan keterangan," pungkasnya.

[Mil Hendrawandi]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru