oleh

EDARKAN UANG PALSU

Wanita Muda Ini “Dicokok” Polisi di Guguak Payakumbuh

GUGUAK (Metrans)

Zubaidah (44), seorang wanita muda yang mengaku dari Kota Bukitinggi, dijebloskan ke kandang situmbin Polres Limapuluh Kota, setelah ketahuan oleh aparat kepolisian Polsek Guguak mengedarkan uang palsu (upal)

Tak tanggung-tanggung, uang palsu pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu itu sudah berhasil diedarkan tersangka, Selasa (4/7) sekira pukul 15.00 Wib di sejumlah warung yang ada di kawasan Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, dengan cara membeli sejumlah barang di warung-warung yang menjadi targetnya.


Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis yang dihubungi wartawan melelalui telepon genggamnya, Rabu (5/7) membenarkan jajaran Polsek Guguak berhasil membekuk seorang wanita asal Kota Bukitinggi karena diduga sebagai pengedar uang palsu (upal) di wilayah Hukum Polres Lima Puluh Kota.

“Tertangkapnya wanita bernama Zubaidah tersebut setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya orang yang diduga mengedarkan uang palsu dengan cara berbelanja di sejumlah warung yang ada di wilayah Mungka. Dari aksi jahatnya itu, Zubaidah berhasil mengumpulkan uang asli hingga jutaan rupiah,” sebut AKBP Haris Hadis dan mengatakan, sampai saat ini pihak penyidik Polres Limapuluh Kota masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus tersebut.

“Dari pengakuan sementara tersangka, ia mengakui bahwa uang palsu tersebut diperolehnya dari daerah Lampung,” ujar kapolres.

Perwira asal Pesisir Selatan yang akrab dengan wartawan ini juga menyebutkan, jajarannya akan bekerja sama dengan jajaran kepolisian Lampung untuk mengungkap kasus peredaran uang palsu ini.

“Selain menangkap tersangka, pihak penyidik Polres Limapuluh Kota juga berhasil menyita sejumlah barang bukti uang asli dan uang palsu. Diantarannya, uang pecahan Rp100.000,- yang diduga palsu sebanyak 68 lembar dan uang pecahan Rp50.000,- 10 lembar, 1 (satu) unit sepeda motor roda dua merek Honda Revo warna hitam.

Disampingi itu, katanya,  juga disita uang asli hasil penukaran belanja, dengan rincian, uang pecahan Rp50.000,- sebanyak 14 (empat belas lembar), uang pecahan Rp20.000,- sebanyak 28 (dua puluh delapan lembar), uang pecahan Rp10.000,- sebanyak 51 (Lima puluh satu lembar),  uang pecahan Rp5.000,- (lima ribu rupiah) sebanyak 59 (lima puluh sembilan lembar), uang pecahan Rp2.000,-  sebanyak 20 (dua puluh lembar), dan uang pecahan Rp1.000 sebanyak 3 (tiga lembar).

Ditempat terpisah wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota, Sastri Andiko Dt. Putiah, mengapresiasi jajaran Polres Limapuluh Kota yang telah berhasil menggagalkan peredaran uang palsu di daerah ini.

“Melalui media ini saya menghimbau masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota untuk tetap berhati-hati adanya upaya pihak tidak bertanggungjawab mengedarkan uang palsu di daerah ini,” ujar kader Partai Demokrat ini berkomentar. (li2)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru