Distanhorbun Sumbar: P3A Jangan Hanya Proaktif Saat Ada Bantuan

Para peserta Sarasehan P3A Sumbar 2017 di Aula Distanhorbun Sumbar tampak serius mengikuti kegiatan. Penggerak P3A diharapkan mampu proaktif menjaga pengelolaan air untuk pertanian di lapangan sehingga terjadi efektivitas dan efisiensi pengelolaan air untuk pertanian dan untuk kebutuhan lainnya.

PADANG (Metrans)

Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) ditegaskan agar tidak bersifat proaktif hanya saat ada perlombaan ataupun momen pemberian bantuan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Sumbar Candra pada Metrans, Rabu (19/7).

“P3A harus terus proaktif dalam menjaga pengelolaan air di lapangan,” katanya pada Metrans.


P3A, dikatakan, merupakan satu kelembagaan tani yang bersifat mendukung usaha pertanian di lapangan. Dalam konteks terkini, P3A sangat membantu dalam upaya perluasan tambah tanam. Belakangan, masalah air untuk pertanian seperti irigasi yang rusak atau pengelolaan air di lapangan pertanian yang belum maksimal makin mencuat. Ini, ditegaskan, harus jadi perhatian para penggerak P3A.

Sementara, dikatakan juga oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanhorbun Sumbar, Syafrizal, pada Metrans, bahwa permasalahan air untuk pertanian di lapangan tidak berdiri sendiri. “Kebutuhan ini berbenturan dengan kebutuhan lain seperti peternakan, perikanan, bahkan PDAM. Ini harus jadi perhatian pada penggerak P3A,” ujar pria yang akrab dipanggil Jejeng ini.

Untuk menyokong kinerja P3A, dikatakan, dilakukan berbagai upaya. Termasuk salah satunya berupa kegiatan sarasehan P3A se-Sumbar, yang berlangsung kemarin di aula Distanhorbun.

“Sarasehan ini adalah satu bentuk lomba yang diikuti para penggerak P3A se-Sumbar. Ini sudah pada tahapan kesekian. Pada tahapan ini, lolos tiga daerah untuk dilanjutkan nanti ke tingkat nasional tahun depan. Daerah yang mengikuti sarasehan ini Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman, yang terdiri dari beberapa kelompok P3A,” jelas Jejeng.

Dengan berbagai kegiatan pendorong kinerja P3A, diharapkan semangat menjaga air untuk pertanian terus tumbuh.

“Tidak semangat saat lomba saja. Kita ingin kinerja P3A terus berkembang di masa mendatang. Untuk jangka pendek diharapkan bisa segera melakukan kerja-kerja yang bermanfaat untuk pertanian di bidang pengelolaan air,” ungkapnya.

Kegiatan jangka pendek dicontohkan seperti pembersihan irigasi untuk mengantisipasi populasi tikus penggerogot padi. Sementara, untuk jangka panjang, kerja P3A diharapkan bisa berbuah pada pengembangan usaha ekonomi di lapangan. “Ini seperti keterpaduan usaha tani di satu wilayah P3A. Misalnya ada peternakan sapi atau budidaya ikan. Seiring bertambah waktu kerja, pendapatan petani bertambah. Dengan demikian, biaya yang tadinya hanya untuk makan, sudah bisa dialokasikan untuk pendidikan atau lainnya,” harap Jejeng. (yyn)


Jangan Lewatkan