oleh



PLN Persembahkan Ekspedisi Mentawai Terang

MENTAWAI (Metrans)

Menyusul berhasilnya program Ekspedisi Merah Putih dijalankan di tahun kemarin, PLN Wilayah Sumbar (PLN WSB) kembali menggelar sebuah program khusus untuk masyarakat di Kepulauan Mentawai. Program spesial persembahan untuk bumi sikerei ini adalah Ekspedisi Mentawai Terang yang digelar Rabu (08/09) di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Sesuai dengan tema program "Menuju Rasio Desa Berlistrik 100% (pada tahun 2018) dan Rasio Elektrifikasi 100% (Tahun 2019) di Kabupaten Kepulauan Mentawai", PLN bertujuan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di daerah untuk melistriki 100 % daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) sebagaimana tema acara tersebut


“Secara singkat kami jelaskan mengenai kondisi kelistrikan Mentawai dimana pada tahun 2017 RE PLN Mentawai berada pada angka 31,18% dan RE Total sebesar 43,05 %. Dan pada tahun 2018 RE PLN naik sebesar 34,61% dan RE Total sebesar 46,20%. Kami menargetkan pada tahun 2018 ini RE PLN menjadi sebesar 48,20 % dan RE Total menjadi sebesar 60%. Target kami RE Mentawai mencapai 100% pada tahun 2019. Dan kami bersyukur bahwa rasio desa berlistrik di Mentawai telah berhasil mencapai angka 100% pada tahun ini," ujar GM PLN WSB Susiana Mutia dalam laporannya, seiring pernyataan harapannya agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan listrik mengingat listrik adalah kebutuhan vital dan sudah menjadi kewajiban bagi PLN untuk memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.

Program Ekspedisi Mentawai Terang Mentawai 2018, dijelasskan, membawa empat misi yaitu meresmikan listrik desa, melakukan penyerahan CSR dari PLN WSB, melakukan peletakan batu pertama rumah ibadah Mesjid Cahaya dan melakukan peresmian SPLU.

Pada tahun 2018 PLN Wilayah Sumbar berhasil melistriki empat desa yaitu Desa Mongan Poula, Desa Malancan, Desa Matobe, Desa Nemnem Leu, serta 14 dusun yaitu Dusun Mongan Poula, Dusun Srilanggai, Dusun Mabolak, Dusun Mapinang, Dusun Makukuet, Dusun Panatarat, Dusun Cimpungan, Dusun Matobe, Dusun Sarere, Dusun Nem Nem Leleu Utara, Dusun Nem Nem Leleu Selatan, Dusun Sagitsi Timur, Dusun Sagitsi Barat, dan Dusun Sagitsi Tengah.

Sementara, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program melistriki seluruh nusantara hingga daerah 3T terus digenjot secara besar-besaran sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak menikmati listrik, hal tersebut sesuai dengan nawacita presiden Republik Indonesia.

“Bagi orang kota, kalau tidak ada sinyal belum merdeka. Tapi bagi masyarakat di daerah pedalaman belum ada listrik lah yang menyebabkan mereka belum merdeka. Maka inilah salah satu tugas kami memberikan kemerdekaan kepada masyarakat di daerah 3T melalui listrik,” ungkap Haryanto.

Dari pihak pemerintah provinsi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyambut baik program PLN WSB ini. Menurut Irwan, PLN sangat aktif dalam melayani masyarakat. Hal ity sangat diperlukan mengingat listrik sangat dibutuhkan, khususnya bagi masyarakat Mentawai untuk meningkatkan taraf hidup, ekonomi, dan sumber daya manusianya.

“Bagaimanapun tidak akan ada kemajuan tanpa adanya infrastruktur jalan yang memadai dan listrik. Keduanya adalah elemen penting bagi kehidupan masyarakat untuk menggerakkan perekonomian. Jika listrik sudah beroperasi 24 jam, itu bukti kemajuan Mentawai, dan juga kado spesial untuk Mentawai. Masyarakat bisa berinovasi, berbisnis, bahkan membuka usaha mulai dari perikanan dan waktu belajar anak-anak pasti lebih banyak karena mereka dapat belajar di malam hari.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama PLN, Ilya Alvianti, menuturkan apresiasinya terhadap dukungan dari Pemerintah Daerah sehingga program ini dapat berlangsung lancar dan sukses.

“PLN ini milik negara, jadi memang sudah tanggungjawab pemerintah dalam memberikan pelayan yang baik untuk masyarakat. Jika ada permasalahan, kita bisa duduk bersama dan optimis untuk kemajuan bersama. Tanpa adanya dukungan dari seluruh stakeholder, mulai dari Pemerintah Nasional, Pemprov, Pemda beserta instrumen terkait, mitra kelistrikan, media, instansi pendidikan, dan pelanggan setia PLN tentu acara ini tidak akan terlaksana. Seluruhnya merupakan stakeholder kami yang berperan penting dalam mewujudkan cita-cita PLN menerangi negeri. Terima kasih banyak atas sinergitas dan dukungannya,” ujar Ilya.

Penyaluran CSR

PLN tidak hanya peduli masalah kelistrikan, namun juga peduli lingkungan sekitar. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar diwujudkan dalam pemberian bantuan CSR yang terus bergulir secara kontinyu kepada lingkungan dan komunitas yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari PLN.

Salah satunya terlihat dalam bantuan CSR PLN kepada masyarakat Mentawai, tepatnya kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Mentawai. Bantuan senilai Rp150 juta diberikan PLN Wilayah Sumatera Barat untuk membantu kebutuhan dalam bidang kuliner dan bidang kerajinan guna mendukung promosi produk kerajinan dan kuliner khas Mentawai.

Bantuan yang diberikan tersebut dalam bentuk mesin atau peralatan pembuat souvenir, gerobak dagang, tenda kerucut, meja dan kursi, mesin pengolah keripik pisang dan keladi, dan kemasan produk makanan khas Mentawai.

Wujud CSR lainnya disalurkan PLN WSB berupa perlengkapan rumah ibadah Desa Mongan Poula sebesar Rp57.660.000,- dan bantuan rehabilitasi MCK serta bantuan komputer pada sekolah di Sikakap Timur Kecamatan Sikakap, serta bantuan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dengan nilai bantuan sebesar Rp161.648.000,-.

Tak ketinggalan, Yayasan Baitul Maal Karyawan PLN turut memberikan sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah. (*)

 


Editor :  Sisca Oktri Santi

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru