17 Okt 2017 | 17:08:18 WIB
Pewarta : Milhendra Wandi


DISAMBUT BUPATI HENDRAJONI
150 Peserta RIF Kagumi Keindahan Kawasan Wisata Mandeh di Pessel

150 Peserta RIF Kagumi Keindahan Kawasan Wisata Mandeh di Pessel

Para peserta Regional investment Forum (RIF) foto bersama di kawasan Mandeh


PAINAN (Metrans)
Sebanyak 150 orang peserta Regional Investment Forum (RIF) yang berasal dari sejumlah negara diantaranya Rusia, Singapura, Amerika, Dubai, India, Malaysia, Belgia, China, Taiwan, Kanada dan lainnya, mengunjungi Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (17/10). 
  
Kedatangan investor tersebut disambut langsung oleh Bupati Pessel Hendrajoni, Ketua DPRD Pessel Dedi Rahmanto Putra, Kapolres Pessel AKBP. Ferry Herlambang, Sekda, Erizon dan para kepala OPD di Pessel. 
  
Setelah rombongan mengunjungi objek wisata kawasan mandeh dilanjutkan menuju rumah dinas bupati untuk mengikuti ekspos dari Bupati Hendrajoni.
  
Salah seorang investor asal Rusia, Mack Sim menyebutkan datang jauh-jauh dari Rusia mengagumi keindahan objek wisata kawasan mandeh yang sangat bagus, mengesankan dan sulit untuk dilupakan, dan para investor berkeinginan untuk mendapatkan kesempatan ini di Indonesia.
  
"Objek wisatanya sangat terkenal tapi belum dari segi para pebisnisnya. Dan masih sedikit yang berbisnis di bidang pariwisata. Kami ingin berinvestasi disini," ucapnya.
   
Bupati Hendrajoni mengatakan memastikan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan akan memberikan insentif berupa pembebasan pajak dan retribusi daerah, kemudahan dalam pengurusan izin serta pengurusan izin secara gratis kepada investor yang ingin berivestasi di Kawasan Mandeh, dan saat ini pengurusan izin usaha sudah dapat dilakukan secara online. 
  
"Bagi yang ingin berinvestasi izin yang akan diterbitkan gratis kecuali izin mendirikan bangunan, dan dibebaskan pajak selama lima tahun," katanya.
   
Dia mengatakan, rencana pengembangan KWBT Mandeh sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pesisir Selatan dan RTRW Provinsi Sumatera Barat. Bahkan, KWBT Mandeh juga masuk dalam Kawasan Pengembangan Prioritas Pariwisata Nasional (KPPN) dan memiliki Master Plan yang telah disesuaikan dengan Master Plan terdahulu.
  
"RTRW Kabupaten Pesisir Selatan telah diturunkan ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Mandeh, bahkan peruntukan ruang di Kawasan Mandeh telah dijabarkan sedemikian rupa," kata dia
  
Dikatakanya, beberapa nagari di KWBT Mandeh seperti Sungai Nyalo, Ampang Pulai, Mandeh, Sungai Pinang dan Setara Nanggalo dijadikan sebagai fokus pengembangan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memiliki komitmen yang besar dalam pengembangan KWBT Mandeh.
  
"Disisi lain, pengembangan KWBT Mandeh sebagai kawasan strategis dijabarkan dalam peraturan daerah (Perda), sedangkan studi kelayakan pengembangan KWBT Mandeh dilakukan melalui rapat kesepakatan pengembangan KWBT Mandeh," katanya
     
Sementara itu, Deputi Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Himawan Hariyoga mengatakan, RIF yang digelar 15-17 Oktober 2017, investor disuguhkan delapan destinasi pariwisata, enam diantaranya merupakan destinasi yang prioritas, sedangkan dua lainnya adalah destinasi pariwisata yang berlokasi di Sumatera Barat yakni Kawasan Wisata Terpadu Gunung Padang dan KWBT Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan.
    
"Setelah kegiatan ini tentu saja kami berharap ada kelanjutannya terutama pengelolaan kawasan yang ditawarkan ke investor dalam kegiatan ini," katanya. (mil)

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook