25 Orang di Agam Meninggal Akibat Kecelakaan

EVAKUASI – Polisi sedang melakukan evakuasi terhadap korban dan dua unit motor yang salaing bertabrakan

LUBUK BASUNG (Metrans)

Karena masih banyak jalan berukuran kecil di Kabupaten Agam, sementara kendaraan terlalu banyak dan kondisi jalan masih ada yang rusak, maka kasus kecelakaan di kabupaten ini terbilang tinggi. Sepanjang Januari sampai November 2016 saja, Polres setempat mencatat terjadi 174 kasus kecelakaan, 25 orang diantaranya meninggal dunia.

Ini diakui Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Purwono melalui Kasat Lantas Polres Agam Iptu Julisman, kemaren. “Benar, kasus kecelakaan lalu lintas di Agam terbilang tinggi, dari Januari sampai November 2016 tercatat ada 174 kasus," katanya.


Ia mengatakan dari 174 kasus kecelakaan itu korban meninggal dunia sebanyak 25 orang, luka berat sebanyak 11 orang, luka ringan sebanyak 254 orang dan kerugian matrial sebesar Rp316.250.000.

Kasus kecelakaan lalu lintas di Agam ini mayoritas melibatkan kendaraan roda dua dengan pengemudi beragam mulai dari anak dibawah umur sampai dewasa.

“Ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya kasus kecelakaan di Agam, diantaranya karena jalan berukuran kecil sementara kendaraan terlalu banyak dan kondisi jalan masih ada yang rusak,” katanya.

Selain itu, kata dia menambahkan, pengendara ugal-ugalan, tidak memakai helm standar dan lainnya, menjadi salah satu penyebab kecelakaan itu.

Ia mengatakan, daerah rawan kecelakaan berada di Kecamatan Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Lubuk Basung dan Palembayan, katanya.

Untuk meminimalisasi kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Agam, pihaknya telah berulang kali memberikan sosialisasi kepada pelajar dan masyarakat.

Namun kesadaran dari masyarakat masih kurang terhadap mematuhi aturan lalu lintas, sehingga kasus kecelakaan lalu lintas tersebut masih tinggi, sebutnya.

"Kami tidak bosan memberikan sosialisasi ini kepada masyarakat dengan tujuan agar angka kecelakaan berkurang nantinya. Kita juga melakukan kerjasama dengan pihak sekolah, agar melarang siswanya membawa kendaraan ke sekolah," katanya.

Ia menambahkan pada 2015 sebanyak 195 kasus kecelakaan lalu lintas dengan meninggal dunia sebanyak 42 orang, luka berat 20 orang, luka ringan 283 orang dan kerugian materil sekitar Rp307,7 juta.

Pada 2014 sebanyak 157 kasus kecelakaan, meninggal dunia 23 orang, luka berat 27 orang dan luka ringan 241 orang. (ari)


Jangan Lewatkan