oleh

HAFIZAN TEWAS SETELAH DIGIGIT ANJING GILA

27 Orang Petugas RSUD Padang Panjang Ikut Tertular Virus Rabies

PADANG PANJANG (Metrans)

Hafizan (12), seorang remaja berusia 12 tahun warga Nagari Pitalah, Kabupaten Tanah Datar, akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sebelumnya digigit anjing peliharaannya sendiri dan sempat dirawat di RSUD Padang Panjang.

Sebelumnya, Hafizan datang bersama orang tuanya sebagai pasien umum tanpa rujukan puskesmas ke UGD RSUD Padang Panjang dengan keluhanan mual-mual dan muntah-muntah yang sudah dialaminya sepuluh hari, Sabtu (25/3) lalu.


“Menyikapi keluhan Hafizan tersebut, petugas RSUD pun memberikan pertolongan dan menyarankan agar pasien dirawat di ruangan khusus di RSUD Kota Padang Panjang untuk melihat reaksi obat yang diberikan padanya,” ujar Direktur RSUD Kota Padang Panjang Ardoni pada Metrans

Selang beberapa jam menerima rawatan, Hafizan kembali mengalami muntah lalu terlihat gejala takut dengan air. Melihat reaksi tersebut, Tim Medis RSUD Padang Panjang memutuskan untuk merujuk pasien ke RSUP M.Jamil di Padang.

Namjun sebelum sampai di RSUP M.Jamil, Hafizan telah menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 16.00 WIB .

Dijelaskan Ardoni, Hafizan adalah korban yang terinfeksi virus rabies akibat gigitan anjing yang dipeliharanya. Namun sejak peristiwa digigitnya Hafizan, tak ada yang mengetahui termasuk keluarga, dan saat dirawat di RSUD Padang Panjang lah baru terungkap, atas desakan petugas menanyakan pada pasien, atas gejala yang dialaminya.

Ardoni mengatakan, rabies disebabkan oleh virus lyssaviruses. Virus ini ditularkan ke manusia melalui hewan yang sebelumnya telah terjangkit penyakit ini.

Namun ada kemungkinan penularan dapat dari manusia ke manusia yang lain. Virus rabies juga berpotensi untuk menular dari manusia ke manusia, meskipun saat ini angka kasus penularan tersebut minim. Namun hal tersebut sangat berpotensi untuk terjadi.

Mewaspadai hal tersebut, sepeninggalnya Hafizan yang merupakan warga Pitalah Kabupaten Tanah Datar pada Sabtu itu, menimbulkan permasalahan tersendiri. Saat Hafizan dirawat, ia muntah-muntah yang didalamnya terdapat virus rabies.

Hal ini mengakibatkan 27 orang Karyawan RSUD diduga terpapar oleh virus rabies tersebut. 27 orang tersebut meliputi perawat, cleaning servis, sopir ambulan dan dokter yang menangani korban di RSUD, sehingga mereka terindikasi terpapar virus rabies dan harus mendapat vaksin anti rabies.

"Saati ini sebanyak 27 orang yang terpapar virus rabies terdiri dari cleaning servis, perawat serta dokter sudah kami berikan vaksin anti rabies," jelas Ardoni.

Dari informasi yang dihimpun Metrans, saat ini 27 orang yang terpapar virus rabies tersebut baru 20 orang yang mendapatkan vaksin. Karena stok Vaksin rabies di Dinas Kesehatan telah habis stoknya .

Tak hanya di rumah sakit, Ardoni meyarankan agar keluarga Hafizan yang di rumahnya di Pitalah sana, hendaknya diberikan juga Vaksin rabies, mengigat sebelum dibawa ke UGD Padang Panjang Hafizan, sejak peristiwa digigitnya Hafizan, hanya dirawat di rumahnya.

“Hal ini kita sarankan sebagai upaya mewaspadai tertularnya virus rabies di keluarga Hafizan tentu pro aktif Dinas Kesehatan Tanah Datar menjadi harapan utama,” tandasnya


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru