38.791 Peserta SBMPTN 2017 ‘Adu Peruntungan’ di Padang

Suasana peserta SBMPTN Panlok 17 yang sedang "bertarung" di Gedung FBS UNP, Selasa (16/5)

PADANG (Metrans)

Terhitung sebanyak 38.791 peserta mengadu ‘peruntungan’ pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di Kota Padang. Ujian SBMPTN yang berlangsung di Panitia Lokasi (Panlok) 17 ini dinilai berjalan dengan baik.

Menurut Ketua Panlok 17, Prof. Dr. Ganefri, Ph.D, saat memantau pelaksanaan ujian SBMPTN beserta rombongan dari beberapa lokasi, 720 peserta SBMPTN berbasis Computer Based Test (CBT) tidak ada yang dirugikan deri segi apapun. Ganefri berpendapat, karena persiapan ujian CBT server serta aplikasinya sudah dirancang dengan matang.


“Secara umum pelaksanan SBMPTN 2017 untuk Panlok 17 berjalan lancar, sesuai monitor kami mulai dari Universitas Andalas (Unand), ke sekolah, hingga di Universitas Negeri Padang (UNP). Tadi ada laporan terlambat tiga menit untuk CBT karena disconnect, tapi waktunya tidak akan dihitung sebelum sistemnya connect,” jelas Ganefri, Selasa (16/5) siang.

Menurut Ganefri ancaman virus Ransomeware WannaCry yang dikhawatirkan sebelumnya juga tidak berdampak pada server CBT, karena sudah diproteksi oleh panitia. Ia berpendapat ancaman tersebut tidak mempengaruhi pelaksanaan SBMPTN di seluruh Indonesia. Ia pun sangat berharap ke depan semua peserta menggunakan sistem CBT.

Selanjutnya Rektor UNP ini juga menyebutkan untuk Panlok 17 sebanyak 38.071 peserta mengikuti ujian berbasis Paper Based Test (PBT), dengan sebaran bidang sains dan teknologi 14.044 orang, sosial dan humaniora 15.835 orang, dan campuran 8.192 orang. Sebaliknya 720 peserta CBT dengan sebaran sains dan teknologi 256 orang, sosial dan humaniora 299 orang, dan 165 orang untuk campuran.

Ia menambahkan, SBMPTN Panlok 17 meningkat dari jumlah tahun sebelumnya. Menurut Ganefri, SBMPTN ini menggunakan 1.906 ruangan, dengan sebaran 704 kelompok sians dan teknologi, 793 ruangan kelompok sosial dan humaniora, serta untuk kelompok campuran 410 ruangan.

“Kendala berarti tidak kita temukan tahun ini, peserta disabilitas hanya dua orang, yaitu tuna rungu. Peserta SBMPTN Panlok 17 pun meningkat, khususnya UNP meningkat sebanyak 21 persen,” katanya di hadapan rektor Unand, dan rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Menanggapi hal yang sama, Rektor Unand, Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., MBA., mengatakan bahwa Unand menerima mahasiswa dari jalur SBMPTN masih tetap sama seperti tahun sebelumnya. “Tahun ini Unand menerima sebanyak 40 persen, atau 2.052 orang, jalur SNMPTN 1.616 orang, serta 1.437 jalur Mandiri, sehingga totalnya 5.130 orang,” kata Tafdil.

Di tempat berbeda, Videla Juanda dan Mardiah Elmarta, lulusan SMA Cendikia Agam saat ditemui Metrans, mereka menilai pelaksanaan SNMPTN tahun 2017 dari segi teknis, tidak mengalami masalah apa-apa. Hanya saja mereka merasa kekurangan waktu dalam pengerjaan soal. “Selama ujian tidak ada masalah, termasuk pengawas, cuma waktunya agak kurang, sebab kami dari lulusan IPA, tapi di SBMPTN kami ikut ujian Soshum,” jelas peserta ujian di ATIP Padang ini.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Muhammad Hanif, yang merasa sulit ketika mengerjakan soal ujian. Menurutnya ia terkendala karena ia mengaku tidak pernah belajar tentang materi kelompok Soshum yang diujiankan. “Sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya saja di MAN 1 Bukittinggi jurusan saya Pendidikan Keagamaan (PK), jadi tidak pernah belajar materi Soshum,” kata Hanif yang memilih jurusan bahasa Inggris di tiga universitas berbeda ini. (why)


Jangan Lewatkan