05 Des 2017 | 22:27:16 WIB
Pewarta : Perdana Putra


DIRAZIA BALAI BESAR POM
4,2 Ton Mie Instan Kedaluwarsa Diedarkan di Wilayah Sumbar

4,2 Ton Mie Instan  Kedaluwarsa Diedarkan di Wilayah Sumbar

Barang bukti mie instan kadaluarsa yang diamankan BBPOM Padang dalam sebuah razia.


PADANG (Metrans)

Masyarakat Sumbar harus waspada sebab ada dugaan penjualan dan pengemasan ulang mie instan rusak dan kadaluarsa di tengah masyarakat oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dan Polda Sumbar sudah melakukan penggerebekan terhadap gudang mie instan di Lubuk Begalung Padang.

Hasilnya, BBPOM dan Polda Sumbar menyita mie instan rusak dan kadaluarsa sebanyak 134 dus dan 385 bungkus. Penyidik juga menemukan sebanyak 213 karung mie instan dengan berat satu karung 20 kg yang sudah dikemas ulang dengan berat total 4,2 ton. Diperkirakan nilai ekonominya Rp13 juta lebih.


"Menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap adanya dugaan penjualan mie instan yang dikemas ulang di gudang Lubuk Begalung Padang, BBPOM dan Polda Sumbar melakukan pemeriksaan pada Senin (4/12) selama lima jam. Kami akhirnya menyita produk-produk tidak layak edar tersebut," kata Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, Selasa (5/12) di Padang.

Martin menyebutkan pemeriksaan yang dilakukan BBPOM Padang dilakukan untuk mengcounter agar dugaan peredaran mie instan kadaluarsa tersebut tidak berlanjut. Terhadap dugaan kasus ini, BBPOM akan melakukan pengembangan kasus lanjutan dan berkoordinasi dengan Polda Sumbar. Temuan mie instan rusak dan kadaluarsa yang didapatkan di lapangan telah diamankan BBPOM Padang.

"Saat ini kita telah menyita barang bukti. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan kasus dengan berkoordinasi dengan Polda Sumbar. Penyidik akan bekerja untuk mengembangkan kasus dengan segera malakukan pemanggilan kepada pemilik gudang," jelas Martin.

Menurut Martin dugaan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab tersebut adalah dengan mengemas ulang mie instan yang kadarluarsa dengan kemasan baru dan menjual kembali mie instan kadarluasa tanpa kemasan untuk pakan ternak.

"Untuk modus masih kita lakukan pengembangan. Dugaan sementaranya adalah mengemas ulang mie instan kadarluarsa dengan kemasan baru dan menjual kembali mie instan kadaluarsa itu dengan mengeluarkan dari kemasan untuk pakan ternak sehingga ditemukan karung berisi mie instan," jelasnya.

Kendati demikian, menurut Martin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada pada pokoknya menjelaskan bahwa setiap orang atau pelaku usaha dilarang membuka kemasan akhir pangan untuk dikemas kembali dan diperdagangkan. Dilarang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standar keamanan pangan.

"Kemudian dilarang menghapus, mencabut, menutup, mengganti label, melabel kembali dan atau menukar tanggal, bulan dan tahun kadarluarsa pangan yang diedarkan. Dalam peraturan juga dinyatakan bahwa setiap orang dilarang membuka kemasan akhir pangan untuk dikemas kembali dan diperdagangkan dan dilarang mengedarkan pangan yang sudah kadarluarsa," tegasnya.

Pada kesempatan itu, BBPOM mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan kemasa, label, informasi dan tanggal kadaluarsa produk makanan yang beredar. "Jika menemukannya silahkan menghubungi layanan pengaduan konsumen BBPOM Padang 0751-7055213," harapnya.(pep)

Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook