6 Saksi Diperiksa Pascapenyegelan Tambang Ilegal di Pessel, Polisi: Belum Ada Tersangka

Alat tambang ilegal milik PT Dempo yang disegel polisi. (Foto: Polda Sumbar)

PADANG (Metrans)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat (Sumbar) menyegel pertambangan ilegal yang dikelola PT Dempo Makmur Sejati di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Minggu (12/1) lalu. Penyegelan itu dilakukan lantaran surat izin usaha pertambangan itu tidak lengkap.

"Memang benar Ditreskrimsus Polda Sumbar melakukan penyegelan perusahaan PT Dempo. Perusahaan tambang itu disegel karena surat izin usahanya tidak lengkap," ungkap Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto ketika diwawancarai di Mapolda Sumbar, Kamis (16/1).


Sebelumnya menyegel pertambangan ilegal tersebut, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan terungkap dokumen perusahaan itu tidak mempunyai Izin Usaha Pertambangan (IUP). Kini, kasus tersebut telah masuk tahap penyidikan, 6 orang saksi juga telah diperiksa.

(Baca juga: (Baca juga: Hearing DPRD Pessel Saat Bahas Aktivitas Tambang Tanpa Izin Memanas, Dewan: Jangan Bodohi Kami))

"Sebanyak 6 orang saksi telah diperiksa. Jadi, 1 saksi pelapor dari Kementrian Lingkungan Hidup, 1 saksi ahli dari ESDM, yang berkaitan dengan tambang, serta 4 orang lainnya yang merupakan karyawan-karyawan tambang tersebut," bebernya.

Selain menyegel areal pertambangan, kata dia, pihaknya juga melakukan penyitaan terhadap alat-alat tambang seperti satu unit mesin pemecah batu (stone crusher), dua batching plan, dua alat berat dan alat-alat lainnya. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum menetapkan tersangka.

"Sampai saat ini, sampai diperiksa saksi, belum ada tersangka. Walaupun memang perusahaan itu tersangkanya, tapi perorangannya masih kita cari dan kita periksa saksi-saksi," pungkasnya.

[Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan