oleh



Afrianto Mantan Pemain Persebaya, tak Malu Melatih Balai Baru

Padang, Metrans-Hampir sebagian besar mantan pemain top atau Timnas Indonesia menjadi pelatih klub seusai gantung sepatu. Namun, keputusan lain diambil Afrianto yang memilih menjadi pelatih sekolah sepak bola (SSB). Lebih tepat lagi SSB Balai Baru di Kuranji, Kota Padang.

Selain melatih SSB Balai Baru, Afrianto juga membantu tim PSP Yunior yang mempersiapkan diri menghadapi Piala Suratin. Afrianto mengatakan waktu libur yang dimilikinya hanya pada malam hari saja. 

"Ini semua saya lakukan karena keikhlasan, saya juga tidak bisa lepas dari lapangan hijau. Hampir 10 tahun bermain sepak bola profesional dari 2000 setelah lepas dari PPLP Sumbar," kata laki-laki 33 tahun tersebut.


"Perjalanan yang panjang buat saya, butuh pengorbanan juga untuk bisa menjadi saat ini," kata Afrainto.

Sebelum menangani pulang kampung, Afrianto pernah bermain untuk klub-klub elite Liga Indonesia mulai dari Persebaya, Deltras, Persijap dan Semen Padang.

Konsentrasi Afrianto kini hanya untuk membinaan anak-anak usia dini. Dia tidak tergabung ke dalam organisasi olahraga apa pun. Sampai saat ini Afrianto masih fokus ke pembinaan usia muda terutama untuk membina bakat-bakat luar biasa di Sumbar.

"Bakat-bakat Sumbar luar biasa banyak. Makanya dari 2008 memutuskan untuk pensiun, langsung fokus menjadi pelatih," ucapnya.

"SSB Balai Baru menjadi bagian pembelajaran untuk menjadi seorang pelatih. Saya belajar cara mendidik dari yang tidak bisa bermain bola, menjadi bisa," ucapnya.

Sesepuh SSB Balai Baru, Muslim K, mengaku salut dengan kehadiran sosok Afrianto di SSB Balai Baru. Afrianto disebut menjadi inspirasi bagi anak-anak usia di bawah 15 tahun.
"Kami sangat terbantu dengan kehadiran Afrianto. Pengalaman yang dia miliki bisa diturunkan kepada pemain muda di SSB Balai Baru," terangnya. (Faisal Budiman)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru