oleh



Akper Pemda Padang Pariaman Resmi Milik UNP

PADANG (Metrans)

Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Daerah (Pemda) Padang Pariaman kini resmi menjadi milik Universitas Negeri Padang (UNP). Terbukti telah adanya serah terima antara Pemda Padang Pariaman dengan pihak UNP di Auditorium UNP, Jumat (10/11) yang lalu.

Pada saat itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan alasan Pemda Padang Pariaman menyerahkan Akper ini ke UNP karena adanya Undang-undang Nomor 23 Tahun  2104 Tentang Pemda, yakni pemerintah kabupaten/kota dan provinsi tidak dibolehkan mengelola yayasan atau perguruan tinggi.


“Kita tidak mau melanggar peraturan dari pusat, sebaliknya juga tidak ingin Akper Pemda Padang Pariaman ini hanya tinggal nama, makanya kita serahkan ke UNP, dan mudah-mudahan menjadi salah satu fakultas nantinya,” kata Suhatri saat itu.

Lebih lanjut Suhatri menjelaskan, Akper Pemda Padang Pariaman ini sudah berdiri selama 14 tahun di bawah yayasan pemerintah, yang dulunya bernama Sekolah Pendidikan Kesehatan (SPK). Sejak adanya regulasi tahun 2012 menjadi Akper, perguruan tinggi ini sudah meluluskan 927 orang.

Selain itu, ia menyebutkan 60 persen alumninya sudah bekerja di Rumah Sakit atau Puskesmas milik pemerintah, serta di luar negeri. Namun saat ini katanya statusnya masih terakreditasi C. Kemudian, mahasiswa baru tahun 2017 hanya 23 orang, dan total mahasiswa tingkat 1-3 hanya 79 orang.

“Kami berterima kasih kepada UNP yang telah bersedia mengelola Akper ini. Dengan bergabung Akper ini ke UNP, mudah-mudahan akreditasinya meningkat, dan jumlah mahasiswanya juga bertambah,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, Akper di bawah binaan UNP ini bisa lebih maju dan lulusannya unggul di bidang kesehatan. Salah satu langkah menurutnya yakni menjadikan Akper ini sebagai salah satu fakultas kesehatan di UNP. Apabila ini terwujud, ini salah satu fakultas pertama UNP yang ada di Padang Pariaman.

Demi membangun Padang Pariaman yang lebih maju, pihaknya pun siap menerima kritikan, ide, saran dan gagasan dari semua pihak. Ia menyebutkan Pemkab Padang Pariaman saat ini bertekad membangun “Tarok City” sebagai sentra pendidikan, SDM, dan ekonomi di Padang Pariaman.

“Kami yakin masyarakat sangat mendukung wacana ini. Tahun 2018 nanti ada UNP, ISI Padang Panjang, serta UIN Imam Bonjol di satu wilayah Padang Pariaman,” sebutnya.

Sementara Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., menyambut baik bergabungnya Akper Pemda Padang Pariaman ini kepada UNP. Pihkanya akan semaksimal mungkin memajukan Akper ini sebagai bagian dari UNP. Salah satu langkah menurutnya, yakni membenahi akreditasi minimal menjadi “B”.

Selain mengambil alih dalam pengelolaan akademik Akper ini, pihak UNP juga akan mengelola aset tanah 5000 meter, aset bangunan senilai 2,4 miliar, aset bergerak sekitar 900-an juta, serta mendapat hibat tanah seluas 150 hektar.

“Dengan banyaknya aset yang dipercayakan ke UNP ini, harus dikelola dengan baik, sebagai langkah mengembangkan UNP sekaligus memajukan Padang Pariaman ke depan,” sebutnya.

Ia juga menyampaikan, ke depan akan menjadikan Akper ini sebagai salah satu fakultas kesehatan di UNP. Namun karena adanya moratorium, Akper ini akan dijadikan program studi di Fakultas Psikologi yang sedang diproses, dan untuk sementara Akper ini akan dikelola tersendiri di bawah universitas.

“Nanti kita punya Fakultas Psikologi, jadi Akper ini kita letakkan di sana. Kalau untuk membuka Fakultas Kesehatan masih kita pikirkan, karena sekarang masih moratorium,” sebutnya.

Ia pun mewacanakan akan membuka dua Program Studi baru, yakni Kesehatan Kerja, dan Elektronika Medis. Selain belum ada di Sumbar, ia mengklaim bahwa pihak UNP sudah memiliki 18 dosen kesehatan, dan 8 dokter yang profesional dibidangnya.

“Tenaga pengajar kita banyak, ditambah lagi 12 dosen di Akper saat ini. Dosen dan dokter kita ini lulusan magister kesehatan, bahkan sudah ada yang bergelar doktor,” sebutnya. (why)


Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru