oleh

AKIBAT BANJIR DI ENAM TITIK

Aktivitas Ujian Nasional Tingkat SLTP di Dharmasraya Terganggu

PULAU PUNJUNG (Metrans)

Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Dharmasraya sejak Senin (23/4) malam hingga Selasa (24/4) pagi jadi pemicu banjir di Kecamatan Padang Laweh, Kabupaten Dharmasraya. Setidaknya, ada enam titik genangan air yang memutus akses transportasi serta mengakibatkan enam unit rumah terendam.

Wali Nagari Muaro Sopan, Ari Asmanto kepada Metrans, Selasa (24/4) pagi mengingatkan, banjir yang terjadi akibat luapan beberapa sungai yang ada di wilayah Padang Laweh kali ini merupakan banjir terparah dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.


"Setidaknya ada enam titik genangan yang memutus arus transportasi, dan enam unit rumah masih terendam," ujarnya. 

Dikatakannya, hal lain yang paling terganggu yakni aktivitas belajar mengajar dan aktivitas Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) akibat luapan air di dua Nagari yakni Nagari Muaro Sopan dan Sopan Jaya.

Diharapkannya, Pemerintah Daerah setempat segera melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada di wilayah Kecamatan Padang Laweh. 

"Kita berharap Pemda segera melakukan tindakan normalisasi sungai-sungai yang ada, dengan pengerukan. Mengingat sungai yang ada sudah mengalami pendangkalan," katanya. 

Sementara itu Kasi Kurikulum dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Afrialedi mengatakan, jadwal pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kecamatan Padang Laweh, Kabupaten Dharmasraya dialihkan kerena banjir yang melanda wilayah itu.

"Hasil koordinasi dengan Kepala SMP 1 Padang Laweh, sebagian peserta terpaksa melaksanakan ujian pada sesi ke dua," katanya.

Dikatakannya, sebanyak 50 peserta yang melaksanakan UNBK di Kecamatan Padang Laweh, yang sesuai jadwal seharusnya mengikuti ujian sesi pertama pukul 08.00 WIB, karena kondisi banjir terpaksa digeser mengikuti ujian pada sesi kedua.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan BPBD supaya membantu peserta UN menyeberangi banjir menggunakan perahu karet," katanya.

Ia mengatakan, jadwal UNBK di Kabupaten Dharmasraya dibagi menjadi tiga sesi, sesi pertama dimulai pukul 08.00 hingga pukul10.00 WIB, sesi kedua pukul 10.30 hingga pukul 12.30 WIB, dan sesi ketiga pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Ia menyebutkan, peserta UN tingkat SLTP pada 2018 sebanyak 3.305 siswa, terbagi sebanyak 2.251 peserta SMP dan 775 peserta MTsN . 

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Suwandi mengatakan, pihaknya telah menurunkan sebanyak 12 anggota dan dua unit perahu karet.

"Tim bertugas mengevakuasi anak sekolah yang mengikuti UN dan warga untuk beraktivitas, kerena beberapa titik jalan tidak dapat di lewati," katanya. (bib) 


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru