06 Des 2017 | 19:53:11 WIB
Pewarta : Lili Yuniati


TERLIBAT KASUS PEMBUNUHAN
Anggota DPRD 50Kota Tedy Sutendi Disidang

Anggota DPRD 50Kota Tedy Sutendi Disidang

Terdakwa Tedy Sutendi dan adik kandungnya Primsito panggilan Tito, Rabu (6/12) pagi menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tanjuang Pati, Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.


TANJUNG PATI (Metrans)

Perkara pembunuhan seorang petani yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Tedy Sutendi kemarin mulai dimejahijaukan di Pengadilan Negeri Tanjung Pati dengan agenda pembacaan surat dakwaan ole Jaksa Penuntut Umum Saladera, Cs.

Sidang yang dihakimi oleh majelis Hendri Irawan, S.H (ketua), dengan anggota M.Iqbal Hutabarat, S.H., M.H dan Junter Sijabat, S.H., M.H. Sedangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri dari Salmadera, Oktriadi Kurniawan dan M.Afdal. Terdakwa sendiri didampingi kuasa hukumnya Mefrizal dan rekan.


Perkara dengan terdakwa Tedy Sutendi dan saudaranya Primsito mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Karena memang banyak masyarakat dan kelurga terdakwa yang hadir ingin menyaksikan jalannya sidang ini.

Masyarakat yang hendak menyaksikan jalannya sidang mendapatkan pemeriksaan dari pihak kepolisian untuk menjamin jalannya sidang dengan damai dan aman. Bahkan polisi bersenjata lengkap juga diturunkan oleh Polres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis.

"Kita menurunkan sebanyak 30 personil dan sebahagian memang bersenjata lengkap. Ini sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja terjadi. Alhamdulillah sidang berjalan aman dan lancar tanpa ada gangguan sedikitpun. Dan kita akan terus mengawal jalannya sidang terdakwa," sebut Kapolres.

Perkara dengan nomor registrasi 119/Pid. B/2017/PN Tjp, untuk terdakwa Tedy Sutendi dan 120/Pid.B/2017/PN Tjp untuk Primsito, memang dibuka dan terbuka untuk umum. Tampak hadir istri terdakwa serta puluhan masyarakat dari Nagari Taram.

Dari dakwaan jaksa Tedy dan saudaranya Tito dituduh dengan pasal berlapis dengan ancaman rata-rata di atas 10 tahun penjara.

Pengacara terdakwa, Mefrizal dan rekan menyebut bahwa pasal berlapis yang dikenakan terhadap terdakwa bukti JPU bingung terkait pasal yang tepat untuk terdakwa. Namun begitu, dirinya akan mengikuti persidangan selanjutnya pekan depan saat ia menyampaikan tangkisan.

"Secara formil tidak ada yang perlu kita bantah terhadap dawaan itu. Dan kita tidak juga akan mengajukan eksepsi atau penolakan terhadap dakwaan yang dibacakan JPU," sebut Mefrizal kepada kawan-kawan media usai persidangan. (li2)

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook