26 Okt 2017 | 19:02:58 WIB
Pewarta : Syafrial Suger


TIGA KALI WALINAGARI PINDAH KANTOR
Awaludin Merasa Terpanggil untuk Menghibahkan Tanah Kaumnya

Awaludin Merasa Terpanggil untuk Menghibahkan Tanah Kaumnya

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur meletakan batu pertama pembangunan kantor Walinagari


LUBUK ALUNG (Metrans)

Tiga kali pindah kantor, akhirnya Pemerintahan Nagari Sungai Durian Kecamatan Patamuan mendirikan kantor baru di Korong Sungai Durianm setelah kaum  H. Awaluddin warga setempat menghibahkan tanahnya untuk negara.

Pendirian bangunan keempat tersebut ditandai dengan peletakan batu oertama Kantor Wali Nagari Sungai Durian oleh Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Rabu (25/10).


“Bangunan ketiga itu berdiri di tanah kaum milik H. Awaludin Usman, yang dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan merupakan bangunan keempat yang dibangun di atas tanah tersebut setelah TK, Polindes dan MDA,” jelas Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur pada saat meletakan batu pertama di Korong Sungai Durian.

Hibah dari masyarakat untuk keperluan kemaslahatan orang banyak ini amat diapresiasi oleh Wakil Bupati Suhatri Bur. "Kita bangga punya tokoh masyarakat yang mau menghibahkan tanahnya untuk kemajuan Padang Pariaman, jika saja ada 102 orang lagi seperti pak Awaludin maka Padang Pariaman akan maju, dan semua nagari akan memiliki kantor yang representatif," terang Suhatri Bur..

Wabup mengaku terharu dengan apa yang telah dilakukan Awaludin karena menurutnya, di zaman sekarang jarang ada orang seperti itu. Apalagi tanah yang dihibahkan berada di tepi jalan utama Nagari. Bahkan saat Wabup sedang memberikan kata sambutan, secara spontan Awaludin mengatakan akan menghibahkan tanahnya lagi untuk pembangunan surau yang berada di seberang jalan bangunan TK, Polindes, MDA dan kantor pemerintah nagari.

Selain itu, Wabup juga mengingatkan pada panitia pembangunan untuk mempedomi Surat Edaran Bupati tentang Aturan Pembangunan Kantor Wali Nagari yang salah satu amanatnya agar membangun kantor Wali Nagari dua tingkat dan bergonjong.

Pada kesempatan itu, Suhari bur menyampaikan informasi tentang pembangunan yang gencar dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman seperti pembangunan Kawasan Terpadu Tarok City.

"Imbas pembangunan Tarok City akan dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Patamuan karena Tarok City berbatasan langsung dengan Kecamatan Patamuan di wilayah baratnya. Bahkan Bupati merencanakan akan meneruskan jalan dari Tarok City ke jalan besar Kecamatan Patamuan," kata Suhatri Bur.

Sebelumnya tokoh masyarakat Sungai Durian yang juga mantan Wali Nagari, Nusyirwan Nazar menjelaskan bahwa lokasi Taktuma hari ini adalah lokasi ketiga kantor Wali Nagari Sungai Durian induk.

"Tahun 2003 kantor wali nagari dibangun di Pasar Koto Mambang. 2014 dibangun di Kampung Tanjung. Karena ada pemekaran, induk mengalah pindah ke Korong Sungai Durian ini," jelasnya.

Menurut Nusyirwan, direncanakan kantor wali nagari yang baru ini berukuran 9 x 12 M2 tingkat 2 dengan total anggaran Rp1 M. Dana awal membangun pondasi sebesar Rp.121 Juta berasal dari Alokasi Dana Nagari (ADN).

Awaludin berharap, tanah yang dihibahkan dapat dimanfaatkan sepanjang untuk kepentingan orang banyak dan dia meminta untuk secepatnya disertifikatkan atas nama pemerintah agar kemudian hari tidak menjadi persoalan dari anak kemenakannya.

"Selagi saya masih hidup dan sehat wal afiat, saya mohon segera diproses sertifikatnya, karena saat ini semua anggota kaum saya sudah setuju menghibahkan tanah ini," kata mantan pejabat BPN ini.

Awaludin juga mengajak yang hadir untuk bahu membahu membantu pembangunan nagari Sungai Durian.

"Sekarang mari bahu membahu membangun nagari jangan berleha leha. Ayo berkompetisi menuju kebaikan," katanya mengajak.

Taktuma siang itu dihadiri juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Erman, Kabag Humas Andri Satria Masri, Sekretaris BPKD Zainul, Camat Patamuan Hasan Basri, Kabid Tenaga Kerja Imran Usni, Danramil, Kapolsek VII Koto, Pj Wali Nagari Sungai Durian, perangkat Nagari Sungai Durian dan tokoh masyarakat lainnya.

Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook