oleh

TERJADI MINGGU DINIHARI

Batang Simo di Solok Meluap, 283 Jiwa Diungsikan

SUNGAI LASI  (Metrans)
Setelah bencana tanah longsor memporakporandakan sebagian bangunan Mapolres Solok di Lubuk Selasih belum lama ini, kini musibah banjir bandang melanda Kecamatan IX Koto Sungai Lasi di Kabupaten Solok. 

Setidaknya puluhan rumah dan ratusan hektare persawahan penduduk di Tiga Nagari di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi masing-masing Guguak Sarai, Sungai Jambur, dan Pianggu, rusak porak poranda diterjang dan direndam air bah yang datang secara tiba-tiba pada Sabtu (9/12) malam hingga Minggu (10/12) dini hari. 

 Kendati tidak sampai merenggut korban jiwa, namun banjir bandang akibat meluapnya Sungai Batang Simo di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi itu, menyebabkan 108 KK atau 283 jiwa telah dievakuasi petugas dinas terkait dibantu relawan kemanusiaan lainnya kesejumlah lokasi yang aman. 


Camat IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok Efriadi kepada Metro Andalas menyebutkan, air bah berupa banjir bandang yang datang tiba-tiba pada Sabtu (9/12) malam sekitar oukul 23.00 wib hingga  Minggu (10/12) pukul 02.00 wib itu, selama hampir empat jam menggenangi kawasan setempat.

Intensitas curah hujan yang tinggi dan meluapnya debit air Sungai Batang Simo yang melintasi wilayah Kecamatan IX Koto Sungai Lasi tu,  diduga kuat menjadi penyebab terjadinya banjir bandang tersebut. 

Dari data sementara yang diperoleh pihak Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, yang bersumber dari Wali Nagari Guguak Sarai dan Sungai Jambur, kata Efriadi mengemukakan, masyarakat korban terdampak musibah banjir bandang itu diantaranya di Jorong Guguak Anau sebanyak 19 KK  (65 jiwa). 

Lalu di Jorong Guguak Pila 43 KK (204 jiwa), Jorong Gaduang Jago 49 KK (195 jiwa),  Jorong Guguak 4 KK (19 jiwa). 

Di Nagari Sungai Jambur, di Guguak Manyambah dilaporkan 10 rumah warga rusak parah diterjang dan direndam banjir bandang tersebut, dengan korban terdampak 13 KK (40 jiwa). 

Sedangkan di Nagari Pianggu,  kata Camat IX Koto Sungai Lasi Efriadi mengemukakan,  belum didapat keterangan berapa rumah atau KK yang terdampak musibah banjir bandang tersebut. 

Efriadi mengatakan,  saat inj bantuan yang paling mendesak dibutuhkan oleh korban banjir bandang itu adalah bantuan makanan dan minuman,  selimut dan pakaian layak pakai. 

Karena katanya,  seluruh baju atau pakaian milik masyarakat korban banjir bandang tersebut,  ada yang hilang atau rusak diterjang air bah dan sebagian yang masih ada saat ini seluruhnya dalam keadaan basah kuyup. 

Sedangkan korban banjir bandang tersebut, kata Efriadi mengemukakan, ada yang dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pengobatan medis seperlunya. 

Sampai Minggu pagi, kata Camat Efriadi menyebutkan,  air bah sudah mulai surut, namun masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada, mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan bila hujan lebat kembali melanda kawasan sekitar. 

"Sampai saat ini sebahagian warga korban banjir bandang tersebut masih ada yang mengungsi di sejumlah titik lokasi yang aman mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya. (ris) 


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru