Berbekal Pengalaman di Birokrat, Indra Catri Maju Sebagai Balon Gubernur Sumbar

H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah

PADANG (Metrans)

Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah siap maju sebagai gubernur atau wakil gubernur Sumatera Barat dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 23 September 2020 mendatang.

"Saya serius untuk maju sebagai calon gubernur atau wakil gubernur dalam kontestasi Pilkada serentak tanggal 23 September 2020 mendatang," ujar Indra Catri saat ditanya Metrans, Kamis (13/2) tentang adanya sebagian masyarakat yang meragukannya maju sebagai gubernur atau wakil gubernur dalam pilkada mendatang.


Sementara ketika ditanya tentang prospek konvensi dengan banyaknya bermunculan calon-calon potensial dari Agam, jebolan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITB Bandung yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Teknik Planologi ini, menyatakan bahwa hal itu kan sedang berlangsung.

Meskipun begitu, laki-laki yang sudah menjadi Bupati Agam selama dua periode berturut-turut ini mengaku, ada juga pandangan lain dari masyarakat yang perlu dipertimbangkan bahwa setiap calon yang muncul dari Agam itu jelas memiliki pendukung fanatik dan segmen berbeda yang tidak bisa dipinggirkan begitu saja hak dan keinginan mereka itu.

Selain itu, imbuhnya lagi, ada juga pandangan yang berbeda dari masyarakat di rantau khususnya dari Agam, maupun dari luar Agam terutama di Sumatera Barat, bahwa pemimpin Agam itu umumnya diterima di semua daerah.

"Kenapa begitu, karena tokoh-tokoh Agam itu sangat terkenal terbuka dan tidak primordial dan diterima di semua tempat. Jadi wajar saja banyak yang mengupingkan tokoh-tokoh dari Agam itu, terutama dalam kontestasi Pilkada Gubernur nanti," tukasnya.

Untuk itu, dia mengatakan jalankan terus konvensi itu, karena menurut dia semua calon yang muncul itu punya peluang yang sama, karena mereka adalah tokoh-tokoh potensial dan memiliki pendukung masing-masing.

Dikatakan, Walikota Padang Mahyeldi punya segmen tersendiri, punya pendukung sendiri. Mantan Kapolda Sumbar Fakhrizal punya cara dan pendukung sendiri pula, begitu pula dengan Anggota DPRRI Mulyadi, pasti punya pendukung pula dengan segmen berbeda pula.

"Kalau saya, Indra Catri juga punya pendukung pula. Artinya, semua punya pendukung," ujar Indra Catri sambil tertawa lepas.

Untuk itu dia berharap, menghadapi kontestasi pilkada serentak ini hendaknya bisa lebih mempererat tali silaturahmi antara sesama rakyat di ranah bundo ini dengan menciptakan pilkada badunsanak, karena siapapun yang terpilih nantinya pasti akan berbuat bagaimana Sumatera Barat bisa lebih maju lagi ke depannya.

Ketika ditanya apa bekal yang akan dibawanya untuk dicalonkan sebagai gubenur atau wakil gubernur nanti, dengan tegas ia menyatakan, selain berpengalaman memimpin Kabupaten Agam selama dua periode berturut-turut, pengalamannya sebagai birokrat selama 20 tahun di Pemko Padang juga akan ikut membantu.

Sejak tahun 1990 ia sudah dipercaya menjabat Kasi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeda Kota Padang, kemudian menjadi  Kabid Statistik dan Laporan Bappeda Kota Padang, Kasubag Diklat Bagian Kepegawaian Kota Padang dan dilanjutkan sebagai Kabag Kepegawaian Kota Padang pada tahun 1996.

Kemudian padatahun 1997 ia dipercaya sebagai Kepala Kantor PMD Kota Padang, kemudian dimutasi menjadi Kasubdin Nilai Budaya dan Sejarah Dinas Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Padang, dan tahun 2001 dipercaya sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang.

Karena kerjanya dinilai bagus, pada tahun 2002 Wali Kota Padang saat itu mempercayakannya sebagai Asisten Bidang Kesra Kota Padang, setahun kemudiaan diamanahkan sebagai Kepala Dinas Infokom Kota Padang, dan dua tahun kemudian menjabat Kepala Badan Capil dan Kependudukan Kota Padang, setahun kemudian kembali menjadi Asisten Bidang Kesra Kota Padang, dan setelah banyak makan asam garan menduduki posisi strategis dan walikota saat itu merasa dia sudah mantap, maka tahun 2008 Indra Catri dipercaya sebagai Kepala Bappeda Kota Padang, hingga dua tahun kemudian ia terpilih sebagai Bupati Agan. (John Edward Rhony)


Jangan Lewatkan