oleh



Berkas Perkara Penjual Alat Bantu Seks dan Obat Kuat Ilegal Dilimpahkan ke Kejari Padang

PADANG (Metrans)

Polisi sudah merampungkan berkas perkara kasus dugaan penjualan alat bantu seks yang menyeret tersangka RS (30). Berkas kasus itu, kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Kamis (17/10).

Tersangka yang datang bersama penyidik Polda Sumbar, tampak masuk ke ruang penuntutan. Selain itu, penyidik kepolisian juga membawa beberapa berkas.


Usai masuk ke dalam ruang penuntutan selama hampir tiga jam, tersangka pun keluar didampingi polisi berpakaian preman.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Padang, Yarnes mengatakan, berkas tersebut nanti akan dibuatkan dakwaannya sebelum dilimpahkan ke Pengadilan.

"Adapun Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara ini adalah Miszuarti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar," kata Yarnes ketika ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (17/10).

Ia mengatakan, dalam kasus ini, tahanan terhadap tersangka diperpanjang selama 20 hari ke depan.

"Penahanan tersangka diperpanjang 20 hari ke depan. Sementara ini, tersangka kita titipkan di rumah tahanan (rutan) Anak Air Kota Padang," imbuhnya.

Dalak kasus ini, lanjut dia, selain penyidik polisi, juga ada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang.

"Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 197 junto Pasal 106 ayat 1 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Kemudian Pasal 104 junto Pasal 6 ayat 1 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, serta Pasal 62 ayat 1 junto Pasal 8 ayat 1 huruf 'a' dan huruf 'j' Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, peredaran alat bantu seks ilegal ini terungkap dari hasil penyelidikan Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumbar. Pelaku diamankan di kediamannya di Jalan Banuaran, Lubuk Begalung, Kota Padang, Selasa (28/8) lalu.

Di mana tersangka ini menjual barang dagangannya secara online melalui Whatsapp dan Instagram. Kasus ini berhasil diungkap setelah dilakukan penyelidikan sekitar tiga bulan lamanya. Sebelumnya, indikasi perdagangan alat bantu seks hingga obat kuat tanpa izin edar buah hasil laporan masyarakat.

Dimana tersangka ini menjual barangnya secara online seperti Whatsapp dan Instagram. Kasus ini berhasil diungkap setelah melakukan penyelidikan sekitar tiga bulan lamanya. 

Dari pengungkapan kasus ini, Polda Sumbar menyita barang bukti obat kuat oles sekitar 300 pak, alat bantu seks sekitar 30 buah, dan kosmetik berbagai merek tanpa izin edar. 

Di mana tidak ada jaminan bahwa produk betul-betul aman karena tidak ada izin, dan belum terbukti khasiatnya. Produk itu juga bisa berbahaya kalau digunakan oleh orang yang mengidap penyakit jantung dengan risiko meninggal dunia.

Dari pengakuannya tersangka, ia menjalankan bisnis itu sejak dua tahun lalu. Omsetnya mencapai hingga jutaan rupiah, dan pembelinya berbagai kalangan. Khusus di Kota Padang, tersangka yang mengantarkan langsung produk itu ke pembelinya.

[Murdiansyah Eko]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru