oleh



Bermesumria di Taman Pagaruyung, Pasangan LGBT Digerebek Warga

BATUSANGKAR (Metrans)

Setelah sempat dipergoki warga sedang melakukan perbuatan mesum di Taman Pagaruyung dengan seorang remaja di bawah umur, seorang pelaku LGBT ditangkap Kepolisian resor Tanah Datar. Pria yang diketahui bernama Enjel tersebut berusia 30 tahun dan merupakan warga Jorong Koto Gadang Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar.

Kapolres Tanah Datar, AKBP Rohkmad Hari Purnomo melalui Kasubag Humas, Iptu Marjoni Usman, Minggu (22/9) membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Marjoni pelaku diduga melakukan perbuatan cabul sesama jenis dengan remaja 17 tahun.


"Awalnya pelaku dengan korban digerebek warga sedang melakukan hal yang tidak senonoh di Taman Pagaruyung, Kamis (19/9) malam, kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tanah Datar,” ujar Marjoni.

Ditambahkan Marjoni, kasus ini sudah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Tanah Datar untuk ditindaklanjuti karena korban merupakan anak di bawah umur.

"Pelaku Enjel sudah kita tahan dan dalam perkara yang disangkakan kepadanya adalah Tindak Pidana Cabul terhadap anak di bawah umur (sesama jenis),” tambah Marjoni.

Enjel dijerat dengan Pasal 82 Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Junto Pasal 292 KUH Pidana. Akibatnya tersangka terancama hukuman paling lama 15 tahun dan paling rendah 5 tahun.

Data pada tahun 2018, jumlah lelaki penyuka lelaki (gay) meningkat pesat di Sumatera Barat. Data terakhir Kementerian Kesehatan menyebutkan, jumlah lelaki penyuka sesama jenis (gay) di Sumbar 14.469 orang. Ini belum termasuk pria pelanggan waria. Jumlah waria saat ini 2.501 orang. Peningkatan ini mencapai 2,5 kali lipat.

Kalau pelanggan waria adalah pria, maka total pria penyuka sesama jenis diperkirakan mencapai 20 ribu orang. Ini meningkat 2,5 kali lipat," kata Konselor Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia, Sumbar, Khaterina Welong dalam seminar di Auala Masjid Raya Nurul Iman, Padang, seperti dilaporkan Antara, Selasa (1/5).

Data Kementerian Kesehatan juga menyebutkan, terdapat 10.376 kasus HIV baru pada periode Januari sampai Maret 2018 dengan persentase lelaki suka lelaki sebesar 28 persen. Pemicu HIV tertinggi di Sumbar, menurut Khaterina, adalah perilaku lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT), khususnya hubungan seksual antarsesama laki-laki.

Jika dilihat dari kelompok umur, penderita AIDS/HIV tertinggi ada pada rentang usia 20 sampai 29 tahun sebanyak 29,3 persen. Artinya yang terinfeksi HIV adalah mereka yang melakukan perbuatan yang berisiko 10 tahun sebelumnya atau pada usia 10 hingga 19 tahun.

Khaterina menjelaskan, berdasarkan perkiraan pada 2016, jumlah lelaki penyuka sesama jenis di Sumbar paling banyak di Padang, sebanyak 5.267 orang, Kabupaten Agam (903 orang), Kabupaten Pesisir Selatan (882 orang), Kabupaten Pasaman Barat (870 orang).

Kemudian, Kabupaten Padang Pariaman (705 orang), Kabupaten Solok (716 orang), Kabupaten Sijunjung (459 orang), Kabupaten Tanah Datar (434 orang), Kabupaten Limapuluh Kota (718 orang), Kota Pariaman (536 orang), Kabupaten Solok Selatan (339 orang), dan Kabupaten Dharmasraya (518 orang), Kota Solok (360 orang), Sawahlunto (153 orang), Kota Padang Panjang (135 orang), Kota Bukittinggi (185 orang), Kota Payakumbuh (333 orang), dan Kota Pariaman (217 orang).


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru