oleh

BERAKIBAT PEMADAMAN LISTRIK

Besi Penyangga Dicuri, Tower PLN Roboh di Kerinci

PADANG (Metrans)

Jaringan listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci mengalami pemadaman di sejumlah wilayah terutama Sungai Penuh, Jumat (14/6). Kondisi tersebut disebabkan tower transmisi PLN 150 Kv roboh. 

Tower yang menyuplai listrik ini roboh karena dicuri oleh sekelompok orang tak bertanggung jawab. Akibatnya, beberapa wilayah yang mendapat pasokan listrik melalui tower ini, mengalami pemadaman.


"Kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah terjadi pemadaman listrik," ujar GM PLN Sumbar- Riau-Kerinci, Susiana Mutia di Padang, Jumat (14/6).

Pemadaman ini, kata dia, disebabkan oleh gangguan tower transmisi 150 kV yang roboh di daerah Sungai Penuh. Kejadian tersebut tepatnya terjadi pada Kamis sekitar pukul 19.55 WIB.

Robohnya tower, ungkapnya, berdampak kepada tidak bisa beroperasinya tower dan berkurangnya pemasokan daya ke masyarakat atau pelanggan. Dikatakan, petugas saat ini sedang berupaya untuk melakukan perbaikan dan penormalan.

"Kami terus berupaya agar ganguan ini cepat teratasi. Gerak cepat kami lakukan dengan mengirim ginset ke lokasi," tegasnya.

PLN sangat menyesalkan tindakan oknum yang melakukan pencurian ini. Yang dia rugikan bukan hanya satu atau dua orang. Tapi puluhan ribu pelangan yang tidak bisa menikmati listri di hari raya idul fitri.

"Kita sudah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Mudah-mudahan pelakunya cepat tertangkap," jelasnya.

Dia memastikan, aksi pencurian menjadi penyebab utama tower yang terletak di areal hutan lindung tersebut roboh.
 
“Sebab, di sekitar  puing-puing tower yang sudah ambruk ini. Terlebih, ada barang bukti lain yang menguatkan dugaan kalau tower itu dicuri, yaitu jejak ban mobil di lokasi,” katanya.

“Para pencuri ini kelihatannya menyasar besi penyangga berbentuk segitiga, namun tidak menyangka aksi mereka membuat towernya roboh,” ucapnya.

Aksi pencurian yang berakibat pada robohnya tower tersebut saat ini dalam proses penyelidikan polisi. (can)


Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru