Besok, Masjid di Limapuluh Kota Kembali Dibuka dan Gelar Salat Jumat

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menyemprot salah satu masjid dengan disinfektan, baru-baru ini.

Seluruh masjid di Kabupaten Limapuluh Kota dibuka kembali besok, Jumat (5/6) untuk salat Jumat berjamaah. Masjid-masjid tersebut sebelumnya ditutup untuk mencegah penularan Covid-19.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi mengatakan, kendati demikian, para pengurus masjid harus mengutamakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

"Salat berjamaah, termasuk salat Jumat sudah boleh dilaksanakan di seluruh masjid di Kabupaten limapuluh Kota. Tetapi dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan, seperti membawa sajadah sendiri, memakai masker dan jaga jarak," ungkap Irfendi Arbi, Kamis (4/6).


Ia mengatakan, pengurus di setiap masjid diminta untuk menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan seperti tempat mencuci tangah. Selain itu juga senantiasa melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Semua itu bertujuan untuk mengantisipasi para jemaah agar tidak terpapar Covid-19.

"Kebijakan membolehkan salat Jumat itu patut disyukuri. Pemerintah daerah mulai melonggarkan untuk melakukan ibadah di masjid ini karena berdasarkan standarnya sudah memungkinkan. Namun, seluruh jemaah harus senantiasa menerapkan standar protokol kesehatan," lanjut dia.

Dikatakan, pelonggaran aktivitas masyarakat di bidang agama ini antara lain dengan pertimbangan hasil pemetaan dari Gugus Tugas setempat yang menyebutkan, dari 415 jorong di daerah ini hanya 7 jorong yang terdapat positif covid-19, yang berada di 6 nagari dari 79 nagari di 4 kecamatan dari 13 kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Kita termasuk daerah yang terkendali. Untuk itu, secara bertahap kita mulai melakukan pelonggaran aktivitas masyarakat dalam rangka memasuki era new normal, termasuk dalam pelaksanaan ibadah seperti salat jumat," ujar Irfendi yang diamini Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir.

Lebih lanjut kata dia, terkait pelonggaran menuju new normal itu, Gugus Tugas Kabupaten Limapuluh Kota telah melaksanakan rapat bersama Kemenag, MUI, Dewan Masjid, FKUB dan Kesbangpol pada Kamis (4/6) guna merumuskan kebijakan tentang penyelenggaraan pelaksanaan ibadah di rumah ibadah dan kegiatan lainnya.

Rumusan kebijakan itu antara lain menyangkut pemetaan wilayah yang terpapar positif yang harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Izin pelaksanaan beribadah di rumah ibadah tersebut sesuai dengan kewenangan wilayah secara struktur.

"Rumusan pelonggaran pelaksanaan ibadah di rumah ibadah akan ditindaklanjuti dengan edaran yang akan ditandatangani bupati, Kemenag, MUI , Dewan Masjid dan FKUB," ucap Irfendi sembari menyebut pelaksanaan pelonggaran aktivitas mayarakat ini akan dievaluasi, terutama penerapan protokol kesehatan.

Terpisah, Ketua MUI Kabupaten Limapuluh Kota, Safrijon mengatakan hal senada. Pelaksanaan ibadah di masjid ini harus mematuhi protokol kesehatan. Sesuai hasil rapat, bagi masjid yang berada di wilayah perbatasan dan jalur utama, harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat termasuk melaksanakan pemeriksaaan pengukur suhu tubuh jamaah.

"Seluruh masjid harus melaksanakan protokol kesehatan. Khusus untuk masjid yang berada di wilayah perbatasan dan jalur utama, perlu memiliki alat pengukur suhu tubuh serta petugas yang melaksanakan pemeriksaan setiap jamaah yang masuk masjid tersebut. Petugas di setiap masjid itu juga diminta untuk mewajibkan setiap jemaah memakai masker," papar Safrijon.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Kabupaten Limapuluh Kota, Akmul DS dt Rajo Bagindo mengaku sangat menyambut baik kebijakan diperbolehkannya pelaksanaan salat Jumat di seluruh masjid tersebut. Ia meminta seluruh jamaah agar benar-banar patuh dengan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Kita sangat bersyukur dan merasa gembira seluruh rumah ibadah di daerah ini sudah bisa dibuka lagi. Saya berharap agar seluruh pengurus masjid dan jamaah, betul-betul disiplin terhadap protokol kesehatan, serta senantiasa berdoa semoga negeri kita segera terbebas dari musibah ini," papar Akmul.

Senada, Ustaz H. Asrad Chan menyambut gembira diperbolehkannya pelaksanaan salat Jumat di seluruh masjid tersebut, asal jamaah patuh dengan standar protokol kesehatan.

"Ini merupakan keringanan dalam kondisi darurat. Kalau kita yakin dengan keselamatan kita dan mau patuh untuk mengikuti anjuran protokol kesehatan silakan beribadah di masjid. Sebaliknya, kalau kita merasa ragu dengan kondisi kesehatan kita terutama bagi mereka yang sudah tua, silakan beribadah di rumah," tutur Asrad Chan yang juga Pimpinan Pendidikan Islam An-Nahl Guguak VIII Koto.


Jangan Lewatkan