Bongkar Praktik Judi Online di Warung, Polres Limapuluh Kota Bekuk 5 Penjudi

Kelima pejudi online saat diminta keterangan oleh penyidik didampingi Kasatreskrim, AKP Anton Luther (pakai kaca mata).

LIMAPULUH KOTA (Metrans)

Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota membekuk lima pemain judi dalam jaringan (online) jenis Roulette di sebuah warung di Nagari Andiang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (3/12) sekira pukul 11.50 WIB.

Kelima pelaku itu yakni HP (31) warga Jorong Siboka Nagari Andiang, HR (37) dan JP (40) warga Jorong  Simpang Limo, Kenagarian Andiang, serta N (39) dan AH (18) warga Jorong Padang Bungo Nagari Andiang. Salah satu di antaranya merupakan pemilik warung tersebut.


Selain membekuk kelima pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti hasil perjudian dan peralatan permainan judi online di antarannya, uang tunai Rp762 ribu, Kartu ATM, Handphone, serta Printer Bluetooth.

Dari hasil penyelidikan, aksi judi online itu telah dilakukan oleh para tersangka selama 6 bulan di dalam sebuah warung. Judi itu dilakukan tergantung permintaan para pemain, untuk sekali putar/main kadang diikuti oleh 4 orang.

Penangkapan tersangka dalam Operasi Pekat Singgalang tahun 2019 itu berhasil dilakukan setelah polisi menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang mengaku resah terkait aktivitas perjudian yang dilakukan para tersangka di sebuah warung itu

"Kelima tersangka kita bekuk disebuah warung di Nagari Andiang karena melakukan perjudian online, selain tersangka kita juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk bermain judi online maupun uang," sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP Anton Luther, Kamis (5/12).

Ia menambahkan, para tersangka dibekuk tanpa perlawanan karena tengah asyik bermain judi online, kelimanya tidak menyadari saat anggota Satreskrim datang dan melakukan penangkapan.

"Karena tengah asyik bermain judi, para tersangka tidak menyadari saat anggota kita datang, sehingga mereka dengan mudah kita bekuk tanpa perlawanan," tutup Anton.

Hingga kini para tersangka beserta barang bukti masih ditahan di Mapolres Limapuluh Kota untuk mepertanggungjawabkan perbuatannya. (Lili Yuniati) 


Jangan Lewatkan