BUMNag Sariek Serumpun Tanah Datar Pasok Beras Ke Pulau Jawa

Walinagari Batu Taba Desriyanto menjau proses pengiriman beras dari BUMNag Sariek Sarumpun ke pulau Jawa. heri


BATUSANGKAR (Metrans)

Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar sebagai salah satu wilayah yang disebut-sebut etalase Kabupaten Tanah Datar di sebelah Timur mempunyai potensi yang luar biasa, disamping terletak dilintas jalan Provinsi dan dijalur tepian danau Singkarak juga mempunyai kultur alam yang agraris, sehingga tak heran nyaris seluruh penduduknya bermata pencarian sebagai petani dan pekebun serta nelayan.

Dengan potensi yang begitu besar, tentu menarik minat para tengkulak untuk meraup keuntungan diatas jerih payah warga, hal ini membawa dampak negatif dari tingkat kesejahteraan warga setempat, dimana mereka tidak dapat menikmati hasil sawah dan ladang mereka dengan maksimal.


Prihatin melihat kondisi yang terus berlarut-larut itu sehingga berdampak terhadap perekonomian warga akibat keberadaan para tengkulak yang mengisap hasil keringat petani dan pekebun. Didasrakan hal tersebut pihak kenagarian melakukan sebuah upaya dan terobosan dengan memberdayakan kucuran dana desa yang diperoleh dari Pemerintah Pusat melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Sariek Sarumpun nagari Batu Taba.

BUMNag Sariek Sarumpun bergerak dibidang pemasaran beras telah menjadi sebuah harapan bagi warga setempat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, terlebih lagi bagi petani.

Walinagari Batu Taba Desriyanto kepada Metrans Senin (16/4) menyebutkan ,keberadaan tengkulak yang telah memiskinkan masyarakat menjadikan tingkat kesejahteraan warga tidak berjalan dengan baik, berdasarkan hal itu Kenagarian Batu Taba membentuk BUMNag Sariek Sarumpun yang bergerak mengumpulkan seluruh hasil pertanian warga.

“BUMNag ini ditujukan untuk menstabilkan beras dikalangan petani,“ ungkap Desriyanto.

Menurutnya, Apabila harga beras dikalangan petani telah bisa distabilkan, maka keinginan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera akan tercapai, hal ini tentu butuh proses dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

Senada yang disebutkan oleh salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan di sebutkan namanya, menurutnya sejak Bumnag Sariek Sarumpun ini berdiri maka para tengkulak yang biasanya menjamur di wilayah ini secara perlahan hilang, hal ini disebabkan BUMNag memberikan harga yang layak dan standar disertai kepuasan kepada petani di Batu Taba.

“Petani mempercayai hasil panen mereka ke BUMNag, karena mereka mendapat harga yang pantas sehingga jerih payah mereka dapat dinikmati dengan maksimal,“ sebutnya.

Sementara Ketua BUMNag Sariek Sarumpun Jasman mengungkapkan, Nagari Batu Taba yang memiliki lahan pertanian sebanyak 108 hektar dengan hasil rata-rata mencapai 3,4 ton dalam satu kali panen menjadikan sebuah modal besar untuk menuju masyarakat yang sejahtera, tentu diperlukan terobosan yang besar guna mengelola potensi ini, hal ini menjadi sebuah tantangan bagi pengurus BUMNag saat dibentuk, namun berkat kerjasama dan kepercayaan masyarakat BUMNag Sariek Sarumpun mampu menjawab tantangan tersebut hingga saat ini BUMNag ini telah mampu memasarkan beras keluar daerah.

“Kita telah memasarkan hasil produksi pertanian warga hingga ke Pulau Jawa dan saat ini permintaan beras dari pulau Jawa kepada kita cukup besar, armada kita saat ini telah memasok beras ke pulau Jawa dua kali dalam sebulan,“ terangnya.

Ia menambahkan, pengumpulan hasil pertanian warga ke BUMNag Sariek Sarumpun hinga pengiriman beras ke pulau Jawa menjadi sebuah catatan sendiri bagi masyarakat disini bahwa dana desa telah mampu membawa perubahan yang besar bagi kesejahteraan mereka.

“BUMNag Sariek Sarumpun akan terus melakukan upaya dan terobosan melalui berbagai program yang akan membawa masyarakat sejahtera terlebih lagi menyapu habis tengkulak yang telah menyengsarakan petani disini,” pungkasnya. (eri)

Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Facebook Comments