30 Okt 2017 | 21:19:45 WIB
Pewarta : Rijal Islamy



Bundo Kandung Kota Solok Gelar Lomba “Manjujai”

Bundo Kandung Kota Solok Gelar Lomba “Manjujai”

Wakil Walikota Solok Reinier bersama Bundo Kandung dan panitia lomba Duta Budaya di Gedung Kubung Tigobaleh, Senin (30/10).


SOLOK (Metrans)

Bundo Kandung Kota Solok menggelar lomba kreatif, yakni Lomba Manjujai (menghibur anak agar tidak menangis). Kegiata ini dirangkai dengan lomba bernuansa tradisi Minangkabau lainnya, yaitu Lomba Cerita Minang dan pemilihan Duta Budaya Kota Solo.

Aneka lomba tersebut ditujukan untuk lebih menanamkan nilai nilai adat dan norma agama serta nilai nilai budaya. Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Walikota Solok, Reinier, di Gedung Kubung Tigobaleh Kota Solok, Senin (30/10).


Dalam arahannya, Reinier menyatakan kegiatan yang dilakukan oleh Bundo Kanduang Kota Solok ini, merupakan salah satu upaya untuk menjaga, melestarikan, menanamkan, serta lebih mengenalkan nilai nilai agama, budaya, dan adat istiadat yang ada kepada generasi muda. Saat ini, menurutnya norma agama dan nilai nilai yang ada tersebut merupakan sebuah peradaban yang telah digariskan secara turun temurun.

"Adat istiadat, tradisi, serta budaya yang ada di suatu wilayah merupakan sebuah rambu atau simbol dari wilayah itu sendiri. Ini juga berfungsi sebagai wadah komunikasi efektif dan ciri khas, baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa Pemko Solok mendukung setiap upaya melestarikan adat dan budaya yang telah digariskan itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Reinier mengatakan pembangunan di segala bidang juga harus dilakukan oleh generasi muda. Hal itu menurutnya dapat dilakukan dengan cara melestarikan, menanamkan, dan memahami nilai-nilai adat dan budaya yang ada.

"Diharapkannya, melalui perlombaan yang diselenggarakan itu dapat melahirkan generasi penerus yang memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Sosok duta budaya yang andal diharapkan nantinya dapat mengenalkan budaya Minangkabau di kancah nasional dan internasional," ujarnya.

Sementara itu Ketua Bundo Kanduang Kota Solok, Milda Murniyetti menyatakan kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HUT Bundo Kanduang ke-43, serta menyambut HUT Kota Solok ke-47. Menurutnya, penilaian Lomba Manjujai adalah bagaimana cara kita mengasuh anak dengan mempergunakan nilai adat, norma agama, dan nilai budaya yang ada, serta mengemukakan cara mengasuh anak dengan bahasa seorang ibu.

"Pada lomba bercerita Minang, dan pemilihan Duta Budaya yang akan dinilai adalah bagaimana pemahaman peserta terhadap budaya, tradisi, yang harus disinergikan dengan norma norma agama yang ada, seperti pemahaman Adat Basndi Syarak, Syarak Basandi Kitabulah (ABS-SBK). Dan selain itu para peserta juga harus memaparkan beberapa cerita minang yang diketahuinya, seperti kisah Puti Bungu atau kisah yang lainnya," ujarnya.

Lebih jauh Milda Murniyetti  menerangkan, peserta Lomba terdiri dari perwakilan kelurahan se-Kota Solok, dan perwakilan siswa dari sekolah tingkat SLTA yang ada di Kota Solok. Sementara itu khusus untuk Lomba Manjujai, pesertanya adalah perempuan yang berusia 18 sampai 40 tahun.

"Sebagai Urang Mudo (anak muda) di Minang Kabau harus mempunyai berbagai keterampilan dasar. Seperti basilek (silat), barandai, dan menjadi Imam Shalat. Sedangkan sebagai Puti Bungsu (perempuan muda) harus mempunyai keterampilan menari, bernyanyi, serta memasak," ujar Melda. (rzl)

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook