Bupati dan Ketua DPRD Pessel Kunjungi Posko Pengawasan Covid-19 di Perbatasan Sumbar dengan Jambi dan Bengkulu

Bupati Pessel Hendrajoni dan Ketua DPRD Pessel Ermizen saat mengunjungi posko di perbatasan

PAINAN (Metrans)
Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Hendrajoni bersama Ketua DPRD Ermizen, S.Pd, mengunjungi Posko Pengawasan Corona Virus Disease (Covid-19) di  perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Bengkulu dan Jambi,  di Silaut dan Tapan, Selasa (7/4).

Dalam kunjungan tersebut bupati didampingi Sekda Erizon, Sekretaris  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid 19), Dailipal, beserta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pessel.

Pada kesempatan itu, bupati menyerahkan bantuan alat Pelindung Diri (APD), masker, vitamin, alat semprot disinfektan, makanan siap saji, serta sejumlah uang saku untuk petugas jaga posko.


Dalam dialognya, Bupati Hendrajoni dengan petugas posko terungkap beberapa kekurangan sarana petugas di Posko, diantaranya  tenda dan tempat tidur untuk istirahat anggota serta APD.

Mendengar keluhan anggota posko, bupati langsung memerintahkan Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk segera memenuhi keseluruhan kekurangan sarana tersebut, terutama tenda dan tempat tidur. Sedangkan APD sudah terpenuhi dan diserahkan bupati sebanyak 10 set APD.

"Saya minta Gugus tugas Covid-19 dan camat Silaut, paling lambat besok seluruh sarana yang dibutuhkan anggota Posko, sudah lengkap" tegas bupati. 

Menurut Hendrajoni, kebutuhan anggota posko perbatasan harus menjadi prioritas karena mereka setiap hari  berhadapan langsung dengan masyarakat terutama pemudik yang datang dari kota-kota besar yang terjangkit virus corona.

"Jika kebutuhan makan dan gizi serta APD mereka terabaikan, mereka bisa sakit," kata bupati.

Ia mengingatkan, petugas posko dalam melakukan tugas harus sesuai petunjuk yang telah diberikan gugus tugas, seperti memeriksa suhu tubuh semua orang yang datang, mencatat daerah asalnya dan daerah yang dituju.

"Jika ditemukan pendatang yang suhu tubuhnya tinggi segera rujuk ke rumah sakit," katanya.

Ditambahkannya, petugas posko juga harus memberikan informasi bahwa perantau sesampai di kampung harus melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari.

Kemudian, petugas mengingatkan masyarakat agar selalu memakai masker bila beraktifitas di luar rumah. 

Sementara itu, Ketua DPRD Pessel Ermizen mengatakan kepada petugas posko untuk selalu menjaga diri di saat bekerja dan niatkan semua pekerjaan tersebut sebagai amal ibadah.


Jangan Lewatkan