oleh



Cabuli Anak di Bawah Umur, JYU Diciduk Polisi Saat Mengantar Istri Berobat

SARILAMAK (Metrans)

JYU (36), oknum ASN Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tanjung Pati, di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, ditangkap Satreskrim Polres Lima Puluh Kota, Selasa (21/5) sekitar pukul 10.30 Wib.

Warga komplek LPKA Tanjung Pati yang diduga melakukan perbuatan pencabulan terhadap anak dibawah umur sebut saja Mawar (14) itu, ditangkap saat berada di Puskesmas Tanjung Pati, di pinggir Jalan Negara Sumbar-Riau, sedang mengantarkan istrinya untuk berobat karena mengalami sakit.


JYU diduga melakukan aksi pencabulan terhadap Mawar pada tanggal 09 Mei 2019 sekitar pukul 20.30 Wib, dibawah jenjang menuju lantai dua gedung LPKA dekat pintu penjagaan masuk LPKA Tanjuang Pati saat ia sedang piket malam, dan warga binaan sedang melakukan sholat tarawih di masjid dalam LPKA Tanjung Pati.

Namun naas aksi dugaan pencabulan yang dilakukan JYU di bawah jenjang kepada Mawar terlihat oleh salah seorang warga binaan yang sedang berjalan kearah jenjang saat itu. Kemudian  warga binaan menceritakan kepada orangtua laki-laki Mawar yang juga seorang pegawai di LPKA Tanjuang Pati.

Orangtua laki-laki Mawar mendengar anaknya diperlakukan tidak senonoh oleh rekan setempat kerja dengannya langsung bercerita kepada istrinya. Mendengar cerita memalukan itu, orangtua perempuan Mawar memanggil anaknya untuk menanyakan kebenaran informasi itu.

Mendengar pengakuan Mawar, dimana dirinya dipegang daerah bagian dada, dicium pipi dan bibirnya pada tanggal 9 Mei 2019 malam sekitar pukul 20.30 Wib saat ditarik dibawa tangga oleh JYU, orangtua perempuannya langsung melaporkan kejadian kepada Polres Lima Puluh Kota, Jumat (17/5).

Kepala LPKA Tanjung Pati Agus Rahmatamim melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Penegakan Disiplin, Darisman membenarkan ada oknum ASN LPKA Tanjung Pati ditangkap Satreskrim Polres Lima Puluh Kota atas dugaan pencabulan anak di bawah umur.

"Memang tadi ada Polisi kesini (Kantor LPKA.Red) untuk menyampaikan surat penangkapan terhadap salah seorang oknum pegawai LPKA Tanjung Pati atas dugaan pencabulan anak di bawah umur. Dan karena yang bersangkutan sedang keluar untuk mengantar istrinya berobat di Puskesmas Harau, maka langsung ditangkap di Puskesmas Tanjuang Pati," sebut Darisman.

Dia menyebut saat ini pihak LPKA Tanjung Pati belum bisa memberikan atau menjatuhkan sanksi kepada ASN bersangkutan. Mengingat status bersangkutan masih praduga tidak bersalah dan baru surat penangkapan.

"Kita sudah sampaikan kepada pimpinan, dan saat ini kita baru menerima surat penangkapan. Jadi kita hormati proses hukum. Dan untuk status sendiri saat ini yang bersangkutan hanya ada surat penangkapan, jadi masih paradigma tidak bersalah. Jadi nanti kalau sudah ada surat penahanan maka biasanya sanksi diberikan dengan pemberhentian sementara," sebutnya kepada awak media di kantornya LPKA Tanjuang Pati.

Darisman juga belum tahu pasti kronologis kejadian yang dilakukan anak buahnya itu kepada korban. Sebab, sebagai keluarga besar LPKA korban juga sering menemui bapaknya di dalam LPKA Tanjuang Pati. Kadang dia juga membantu kerja bapaknya dibagian dapur.

"Saya tidak tau pasti bagaimana ceritanya. Tapi korban itu anak pegawai LPKA juga. Jadi dia sering masuk dan membantu orangtuanya dibagian dapur untuk mengantar bumbu dan keperluan lainnya. Dan pada malam itu kita sedang sholat tarawih," sebutnya. (Lili Yuniati)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru