oleh



Dekranas Gandeng Kemdikbud Susun Kurikulum Bagi Sekolah Tenun

BATUSANGKAR (Metrans)

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) gandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyusun kurikulum tenun yang diperuntukkan bagi sekolah tenun.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla saat meresmikan Sentra Tenun di Lintau Tanah Datar Selasa (8/5).


Mufidah Jusuf Kalla mengatakan untuk menunjang pelaksanaan proses pembelajaran tenun di sentra industri tenun Tigo Jangko, Tanah Datar, Sumatera Barat maka dibutuhkan kurikulum khusus.

"Untuk sekolah tenun ini kita bekerja sama dengan Kemdikbud untuk membuat kurikulum," katanya.

Mufidah Jusuf Kalla katakan nantinya sentra industri tenun tersebut diharapkan berkembang menjadi sekolah tenun berbasis kompetensi yang akan melahirkan para pengarajin tenun di ranah Minang.

Selain itu, Istri Wapres tersebut juga tambahkan setelah adanya kurikulum khusus terkait tenun, maka ke depannya diharapkan keterampilan menenun dapat diajarkan di sekolah-sekolah.

Indonesia sangat kaya dengan potensi kerajinan berupa tenun, oleh karenanya dibutuhkan lembaga khusus yang lengkap dengan kurikulumnya.

"Untuk memfasilitasi hal tersebut maka dibutuhkan lembaga berupa sekolah tenun yang memiliki kurikulum khusus yang nantinya akan melatih anak muda," ujarnya.

Sementara pada sentra industri tenun terbesar di Indonesia ini nantinya tidak hanya akan menghadirkan pelatih dari Sumbar, akan tetapi juga dari luar daerah tanpa menghilangkan kekhasannya.

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi mengatakan sentra industri tenun tersebut diharapkan dapat ikut melestarikan songket yang merupakan salah satu kerajinan tradisional yang ada di Tanah Datar.

Sentra industri tenun ini tidak hanya akan menjadi tempat pelatihan menenun, akan tetapi juga akan disertai dengan tempat produksi tenun dengan memberdayakan generasi muda, pungkasnya. (eri)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru