oleh

FESTIVAL PAMALAYU DIGELAR

Dharmasraya Ingin Jadi Jantung Sumatera

PADANG (Metrans)

Menjadi jantung Sumatera atau heart of sumatra? Itu boleh jadi sebuah obsesi, tetapi faktanya untuk mencari titik tengah pulau Perca ini memang tidak jauh-jauh dari Dharmasraya, satu dari 19 Kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Dlaam peta Sumatera, letaknya memang persis di tengah.

"Ya, itu yang saya maksud. Bahwa sejak semula kerajaan Dharmasraya yang menjadi nama Kabupaten ini memang merupakan pusat Sumatera. Para leluhur di Dharmasraya setelah ekspedisi Pamalayu dari Singosari memang memilih daerah ini sebagai pusat kerajaan Dharmasraya, sebagai pusat pulau Perca," kata Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.


Semangat sebagai pusat atau jantung Sumatera itu sudah lama ada dan termaktub dalam berbagai literatur bahkan dipasang dalam prasasti. 'Dharmasraya Jantung Sumatera' itulah yang menginspirasi bupati termuda ini untuk menghangatkan ingatan tentang sejarah Dharmasraya yang diejawantahkan dalam bentuk iven wisata budaya.

"Kita akan gelar Festival Pamalayu sepanjang enam bulan lamanya," kata dia kemarin dalam sebuah perjamuan makan siang bersama para pemimpin media di hotel Basko.

Maka meluncurlah dari mlutnya bahwa pilihan nama jatuh pada kata 'Pamalayu' karena itu diambil dari ekspedisi Singosari pada 8 abad yang silam yang terkenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu. Setengah orang menganggap ini adalah ekspedisi penaklukan Melayu oleh Singosari, setengahnya menganggap ekspedisi untuk mempertahankan Sumatera dari ancaman Mongol, setengahnya menganggap sebagai aneksasi Singosari.

"Tapi kita lebih memberi pengertian kepada ekspedisi persahabatan antara Singosari dan Dharmasraya. Dan itu biarlah ahli sejarah saja yang menyimpulkan untuk mencerahkan kita nanti. Tapi semangat dari Pamalayu sebagai ekspedisi persahabatan akan kita jadikan semangat untuk menggelar iven wisata budaya Dharmasraya," kata Tuanku Riska.

Adalah Pandong Spenra, Direktur Langgam Institute Pandong Spenra yang merumuskan tantang apa dan bagaimana Festival Pamalayu Dharmasraya. Aktivis muda ini, menyebutkan bahwa selama ini bila bicara pariwisata di Dharmasraya orang hanya akan mengerutkan kening, "Mau melihat kebun sawit atau tambang batubara?"

"Padahal situs sejarah yang berserakanbanyak di sini akan menjadi hal menarik buat dikunjungi terutama oleh wisatawan minat khusus. Hanya saja belum terapungkan sedemikian rupa," kata Pandong yang kemarin mendampingi Bupati menjelaskan hal ini. Langgam Institute yang dipimpin Pandong akan bertindak sebagai event organizer Festival Pamalayu ini.

Acara berdurasi panjang ini akan diawali dengan launching di Jakarta pada 22 Agustus dengan mengundang sejumlah tokoh perantau dan masyarakat pariwisata. Lalu setelah itu akan ada rangkaian acara yang dipusatkan di beberpaa daerah di Dharmasraya hingga puncaknya pada Januari 2020 bersempena dengan Hari Jadi Kabupaten Dharmasraya.

Kepala Bagian Humas Dharmasraya, Budi Waluyo merinci sejumlah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Festival Pamalayu ini. "Setelah launching di Jakarta dilanjutkan dengan seminar nasional tentang Sejarah Kerajaan Dharmasraya yang didukung oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya, sejarawan, arkeolog dan empat raja yang ada di Dharmasraya," kata Budi Waluyo.

Untuk para wartawan juga digelar kegiatan Workshop Heritage dan Trip Jurnalis pada 26-28 Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan pemberian materi tentang pentingnya memelihara heritage (warisan peninggalan kuno) kepada wartawan agar generasi hari ini bisa belajar dari peradaban masa lalu dan sejarah. Sekaligus sebagai potensi penting yang bisa bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat umum bisa memeriahkan festival ini dengan mengikuti loma vlog dan foto. Lomba vlog maupun foto, para peserta diminta mengabadikan berbagai peninggalan kuno dan heritage yang ada di Dharmasraya melalui foto dan vlog. "Vlog berdurasi pendek, sekitar 1-3 menit, terbuka untuk umum. Peserta, jelasnya, diminta memberi laporan melalui video tentang berbagai atau salah satu peninggalan masa lalu di Dharmasraya, sebagai upaya mempromosikan Dharmasraya," ujar Budi.

Festival Pamalayu dipuncaki dengan perayaan hari jadi Dharmasraya 7 Januari 2020, selama tujuh hari berturut-turut, 1-7 Januari 2020. Pada puncak perayaan, digelar pelbagai acara yakni Karnaval Arung Pamalayu, Jalan Sehat, Pawai Hari Jadi Dharmasraya, Pameran Artefak Kuno dan Pesta Rakyat. (eko yanche edrie)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru