oleh

DIBUNGKUS PLASTIK KRESEK HITAM

Bayi Baru Lahir Diletakkan di Teras Rumah Orang di Bukittinggi

BUKITTINGGI (Metrans)

Kota Bukittinggi digemparkan dengan penemuan bayi yang baru lahir, yang ditinggalkan orang tuanya dengan berbalutkan kain seadanya dan dibungkus plastik kresek hitam di kawasan Pulai Anak Aia, Senin (15/4) malam sekitar pukul 19.45 WIB.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Bukittinggi, Yulman, SIP, MM kepada Metrans, Rabu (17/4) menjelaskan, bayi berjenis kelamin laki–laki dengan berat 4,8 kg dan memiliki panjang 22 cm tersebut ditinggalkan ibu kandungnya di teras rumah warga atas nama Yuliana, tepatnya di Jalan Datuk Majo Nan Kuniang RT 01 RW 03 Kelurahan Pulai Anak Air Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.


Penemuan bayi tersebut berawal saat mendengar suara tangis bayi di teras depan rumahnya, dan pemilik rumah Yuliana yang biasa dipanggil Nana, segera keluar dari rumahnya dan terkejut melihat  sosok bayi mungil itu. Mendapati hal tersebut, Nana segera memberitahukan suaminya Ahmad Muchadi dan melaporkan kejadian itu kepada ketua RT, Ketua RW dan Babinkamtibmas serta Lurah setempat.

Mendengar berita itu, Ramlan Nurmatias bersama Sekretaris Dinas Sosial, Antoni Samawil dan Lurah Pulai Anak Air Hendra Anthony Hatta langsung membesuk bayi yang sedang dirawat di dalam inkubator Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, Selasa (16/4).

“Ketika ditemukan bayi ini diteras rumah dalam kondisi kedinginan dan disarankan untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan dan setelah dicek kondisinya sehat,” ujar Nana saat menceritakan hal itu kepada Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias yang datang membezuk.

Selanjutnya dihadapan Walikota Nana menyampaikan keinginannya untuk dapat merawat dan memelihara bayi tersebut, “Izinkan kami untuk merawat dan membesarkannya pak, kami akan menjaga dan menyayanginya dengan sepenuh hati,” harap Nana.

Ramlan Nurmatias sangat menyayangkan karena begitu teganya ibu kandung yang membuang bayi mungil yang sehat dan tidak berdosa itu. Ini memang harus menjadi perhatian seluruh masyarakat, agar kedepan hal serupa tidak terjadi kembali.

“Sangat disayangkan begitu teganya orang yang telah menelantarkan bayi yang tidak berdosa ini. Kejadian ini kami harapkan tidak terulang kembali. Banyak cara yang bisa kita upayakan untuk mengantisipasi ini. Salah satunya dengan sekolah keluarga. Bagaimana orang tua lebih diingatkan pentingnya arti sebuah keluarga. Sehingga masalah sosial kemasyarakatan seperti ini, tidak terulang kembali,” ungkap Walikota.

Lebih lanjut, Walikota mengakui, dengan viralnya informasi tersebut di media sosial, sejumlah warga pun langsung menyatakan ketertarikan mereka untuk mengadopsi bayi malang itu. Namun, sesuai dengan aturan yang berlaku, bagi masyarakat yang terpanggil untuk membesarkan bayi itu, dapat melewati prosedur di Dinas Sosial Bukittinggi. (Iwin Saidi Batuah)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru