oleh



Dirlantas Polda Sumbar Turun Langsung Amati Persoalan Macet di Koto Baru

KOTO BARU (Metrans)
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata, sejak jam 06.30 Wib, Senin (12/3) sudah berada di Pasar Koto Baru, yang merupakan jalur menghubungkan Padang dengan Bukittinggi bersama Kasubdit Diyaksa Ditlantas Kompol Ari Wibowo, menyaksikan sejak pasar mulai beraktifitas hingga tersendatnya kendaraan di ruas tersebut.

Dirlantas Polda Sumbar itu pun menyaksikan bagaimana pengunjung pasar tumpah sehingga membuat macet tiap Senin itu. Ada kendaraan bongkar muat, ada transaksi pedagang,  dia tidak sendiri ditemani Wali Nagari dan Wali Pasar Koto Baru.

Akhirnya Kombes Pol Singgamata menyaksikan bagaimana kroditnya lalu lintas pas di hari pasar di situ, tekad mengurai kemacetan di titik itu sudah menjadi targetnya sejak memulai tugas di Polda Sumbar.


Menurut Singgamata kepada wartawan, masalah Pasar Koto Baru adalah masalah bersama. "Dan cara menyelesaiakannya, ayo bersama segera kita selesaikan, agar lalu lintas lancar dan aktifitas pasar juga berjalan," ujar Singgamata kepada wartawan usai menyaksikan macet di Pasar Koto Baru, Senin siang tadi.

Menurut Singgamata, solusi yang terbaik adalah melebarkan pasar ke belakang dan menata ulang akses kendaraan keluar masuk dan parkir di lokasinya. 

"Dengan begitu, Insya Allah tidak ada lagi penyumbatan arus lalu lintas akibat menyempitnya badan jalan oleh para pedagang dan pembeli sayuran di pasar itu," ujarnya.

Upaya keras diawal tugas Singgamata di Polda Sunbar mulai menampakan titik terang. Menurutnya, solusi terbaik pembenahan ruas jalan di Pasar Koto Baru itu sudah ada.

"Tim pengkajian dibentuk Pemprov sudah melakukan tugasnya. Maka tahun ini 2018-2019 jangan maju-mundur lagi, jangan turunkan lagi tim pengkajian. Tapi mulai tahun ini sudah harus turunkan tim untuk realisasikan solusi yg terbaik itu," ujarnya.

Kombes Singgamata mendesak jajaran terkait lainuntuk jangan mengulang-ulang lagi, atau kaji-mengkaji saja terus kerja tiap tahun tanpa realisasi solusinya.

"Masyarakat sudah capek dengan terus menerus pengkajian tanpa tahu gimana ujungnya itu," ujarnya.

Karena itu, kata Singgamata, menuntaskan masalah lalu lintas di Pasar Koto Baru membutuhkan kemauan, keseriusan dan eksekusi segera.

"Bukan wacana dan retorika. Kondisi ini sudah 12 tahun sejak 2006. Terus mau berapa puluh tahun lagi dibiarkan tanpa eksekusi solusi nya," ujar Singgamata.

Pihaknya, kata Singgamata, sangat memberikan atensi penuh mencari solusi dan mengurai kemacetan di sana.

"Pagi ini saya dan jajaran turun langsung ke lapangan dan ini untuk kedua kali. Menyaksikan langsung bagaimana akar masalah sebenarnya dan menemukan solusi terbaiknya," ujar Singgamata.

Tapi Dirlantas dan Polantas bukan Superman yang bisa selesaikan masalah macet dan krodit di hari Pasar Koto Baru itu sendirian. 

"Para pihak agar satu persepsi dan satu langkah menuntaskan masalah ini.
Sementara waktu, belasan Polantas ditugaskan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi. Tapi kehadiran Polantas hanya sebagai puyer atau obat sementara saja. Sakit sebenarnya belum disembuhkan, kapan mau lancarnya arus lalu lintas di sana," ujarnya.

Singgamata mengatakan, kini pihaknya hanya menyentuh akibatnya saja, belum menyentuh dan menyembuhkan penyebabnya. Macet itu adalah akibat bukan penyebab.

"Penyebabnya adalah kondisi pasar yang sudah tidak mampu menampung masyarakat pedagang dan pembeli, sehingga melimpah ke badan jalan yang mempersempit badan jalan, otomatis akibatkan kemacetan," ujarnya.

Tahun 2018-2019 ini sudah waktunya eksekusi solusi pelebaran pasarnya, dan bukan lagi pemerintah daerah melakukan kaji-mengkaji lagi tanpa ujung.

"Masyarakat menanti realisasi. Segera tuntaskan penyebab dari masalah ini yakni melakukan pelebaran pasar ke belakang," ujarnya.

Kata Singgamata, tidak ada waktu lagi menuntaskan persoalan lalu lintas di Pasar Koto Baru itu.

"Harus sekarang karena ini sudah tahun ke 12 masalah ini belum dituntaskan. Kasihan masyarakat umum pengguna jalan dan juga masyarakat pedagang dan pembeli di pasar tersebut," ujarnya. (han)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru