oleh



DPRD Sumbar Nilai Kinerja Bank Nagari Tahun 2017 Menyedihkan

PADANG (Metrans)

Dalam usianya ke-56, Bank Nagari harus banyak introspeksi diri total. Pasalnya, kinerja yang diperlihatkan bank Nagari selama tahun 2017 masih jauh dari target. Target laba Rp377 miliar di tahun 2017 itu, hanya mampu direalisasikan Rp305 miliar.

Ironisnya, angka itu didapat juga setelah melakukan pengurangan bonus dan insentif karyawan sebanyak 35 persen. Jika tidak melakukan pemotongan ini, laba Bank Nagari pada 2017 hanya sebesar 287 M.


"Laporan yang diberikan kepada kami di komisi III dalam beberapa kali rapat, dalam Rencana Bisnis Bank yang dibuat pada 2016 lalu oleh direksi, komisaris dan pemegang saham, angka Rp401 miliar menjadi target pendapatan dan laba Bank Nagari pada 2017,” kata Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Marlis kepada Metrans, Minggu (11/3) di Padang.

Menurut politisi Partai Hanura itu, target laba dan pendapatan sebesar Rp401 miliar, sempat diubah oleh jajaran Direksi, Komisaris dan pemegang saham pada pertengahan tahun lalu dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) menjadi Rp377 miliar. Meski demikian, penurunan jumlah target yang dilakukan oleh petinggi Bank Nagari ini masih belum dapat dicapai oleh jajaran pemimpin Bank Nagari.

“Berdasarkan data Bank yang kami dapat, pendapatan Bank Nagari pada 2017 hanya Rp305 miliar. Ini sangat jauh dari target. Parahnya, angka Rp305 miliar ini didapat dengan cara melakukan pengurangan insentif dan bonus karyawan yang mencapai 35 persen. Jika dijumlahkan, ada tambahan sebesar Rp18 miliar dari pemotongan hak karyawan ini, ini adalah yang terparah dalam sejarah Bank Nagari,” tambah Marlis.

Untuk itu, pihaknya berharap pemegang saham segera menyikapi kondisi tersebut. Pasalnya, jika direksi dan pimpinan Bank Nagari sekarang masih dipertahankan, diprediksi Bank Nagari tidak akan mampu memenuhi target yang diembannya.

"Tahun lalu diberi waktu 2,5 bulan untuk memperbaikinya. Sampai akhir tahun tidak terealisasi. Makanya, saya mengusulkan untuk melakukan evaluasi terhadap direksi dan pimpinan Bank Nagari saat ini," ujarnya.

Sementara anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Nasdem, Murdani mengatakan kinerja Bank Nagari memang masih diluar harapan. Bank yang diharapkan menjadi inspirator menumbuhkan perekonomian Sumbar ternyata masih belum mencapai target.

"Dari 21 bank yang ada di Sumbar, semuanya sukses mencapai targetnya. Hanya bank Nagari yang gagal. Ada apa? Makanya, Bank Nagari harus introspeksi diri," kata politisi yang berlatar belakang perbankan ini.

Murdani mengatakan dari segi pelayanan, bank Nagari juga belum maksimal. Masih banyak nasabah yang mengeluhkan pelayanan dari Bank Nagari. Bahkan, pihaknya sudah menerima langsung keluhan nasabah tersebut. Dirinya sudah pernah mengkomunikasikannya dengan pimpinan bank Nagari, hanya saja, keluhan tersebut masih lambat direspon.

"Jangan berkoar-koar saja, mari buktikan bank Nagari bisa merealisasikan target, memberikan pelayanan maksimal. Sebagai bank daerah, bank Nagari memiliki peran untuk menghidupkan perekonomian masyarakat Sumbar. Namun nyatanya? Silahkan introspeksi sendiri," kata Murdani dengan nada tegas.(pep)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru