oleh

4 TERSANGKA DITAHAN

Dua Kali Mangkir Panggilan Penyidik, 1 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RSUD Rasidin Padang Masuk DPO

PADANG (Metrans)

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Padang menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin tahun anggaran 2013 berinisial II dalam daftar pencarian orang (DPO). Hingga kini, polisi terus berupaya melakukan pencarian II yang sudah dua kali mangkir atas pemanggilan penyidik.

"Satu tersangka Inisial II telah kita tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Sebab tersangka tidak kooperatif dan kita telah melakukan dua kali pemanggilan, namun tidak diindahkan," ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edriyan Wiguna, Jumat (11/10).


Ia mengatakan, sementara empat tersangka lainnya yakni inisial AS (ASN), FO (Swasta), IH (Swasta) dan SP (Swasta) telah dilakukan penahanan oleh Polresta Padang. Kemudian untuk tersangka AS ditempatkan di sel tahanan wanita Polsek Padang Timur.

"Berkas kelima tersangka telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar untuk dilakukan pemrosesan lebih lanjut," lanjut Edriyan.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait pengembangan kasus di lingkungan RSUD Rasidin yang berlokasi di Gunung Sariak Padang tersebut, sebanyak 54 saksi telah diperiksa, termasuk kelima tersangka.

Sebelumnya diberitakan, Polresta Padang telah melakukan penahanan terhadap empat dari lima tersangka terkait kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) RSUD Rasidin Padang tahun anggaran tahun 2013.

Dari lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, satu orang merupakan dari aparatur sipil negara (ASN) sedangkan empat orang lainnya sebagai perantara pengadaan alkes.

Kelima orang yang ditetapkan sebagai tersangka pun telah dilakukan pemanggilan. Namun hanya empat orang yang memenuhi panggilan sementara satu tersangka yang kini menjadi DPO polisi, tidak kooperatif setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara, mantan Direktur RSUD Rasidin, AS juga telah dilakukan pemeriksaan dan penahanan pada Selasa (10/9) yang lalu dan langsung ditempatkan di sel tahanan wanita Polsek Padang Timur.

Selanjutnya pada Jumat (13/9), penyidik kembali melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap tersangka IH (59) yang merupakan anggota DPRD Kota Bandung.

Selain itu, Edriyan sebelumnya menyebutkan keempat tersangka yang ditahan tersebut telah masuk tahap I dimana berkas perkaranya telah diserahkan kepada Kejaksaan.

Untuk tersangka AS, penyerahan berkasnya pada Senin (16/9) yang lalu. Kemudian, pada Jum'at (20/9) berkas perkara tersangka IH dan SP pun telah masuk tahap I. Sementara, untuk tersangka yang masih DPO berkasnya pun telah masuk tahap I pada Rabu (25/9) lalu.

Dalam melakukan tahap pemrosesan, penyidik Tipikor Satreskrim Polresta Padang juga telah melakukan penggeledahan di ruangan Kabid Perawatan, Ruangan Subbag Program, Ruangan Arsip, dan gudang yang ada di RSUD Rasidin Padang. Dari hasil penggeledahan, didapat barang bukti dokumen berupa SK KPA, SK Tim PHO, serta Dokumen pencairan.

Pada Rabu (11/9) sekira pukul 15.00 WIB, Tim Penyidik melakukan penggeledahan di ruangan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di Kantor Balai Kota Padang By pass Aia Pacah Padang.

Untuk para tersangka, dijerat Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 dan Pasal 55 ayat (1) ke 1 e KUHP.

[Buliza Rahmat]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru