oleh

PERKELAHIAN DALAM PERKARA SAWAH

Enam Orang Warga Kapujan Dilarikan ke Rumah Sakit

PAINAN (Metrans)
Enam orang warga Kanagarian Kapujan Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (24/12), terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka yang cukup serius.
  
Hasil laporan yang dihimpun Metrans di lapangan, keenam warga kapujan tersebut terlibaf perkelahian dan membuat masyarakat heboh dan histeris, dimana ketika perkelahian antara pihak bertikai itu berlangsung dengan menggunakan senjata tajam seperti samurai, golok dan cangkul. 
   
Salah seorang pemagang sawah, Iyal (35) warga Kapujan mengatakan ketika itu, ia sedang mencangkul sawah yang sedang digugat itu, kemudian didatangi oleh pemenang eksekusi beserta rombonganya dengan membawa senjata tajam seperti samurai, golok dan kasiak balado.
 
Melihat pemagang tersebut sedang menggarap sawah itu dan si pemenang eksekusi tidak terima, langsung menyerang sehingga terjadi perkelahian.
  
"Kami sedang menggarap sawah karena sekarang ini kan musim batanam. Kemudian kami didatangi  6 orang  (pemenang-red) dengan membawa senjata tajam dan kasiak balado yang langsung menyerang kami," kata dia.
 
Dikatakanya, pihaknya akan memenuhi apapun permintaan dari pemenang eksekusi, namun tentunya harus mengembalikan haknya.
  
"Kami tidak akan menggarap sawah ini lagi. Ambilah sawah ini, tapi kembalikan uang kami dulu yang telah digadaikan oleh mamaknya kepada kami," ungkapnya.
 
Sementara Kapolsek Bayang, AKP. Khairil Meidians membenarkan adanya perkelahian tersebut. Akibat dari perkelahian itu, 6 orang mengalami luka yang cukup serius.
 
"Keenam orang itu adalah Risnaldi (39), warga Kampung Jambak, Kenagarian Kapeh Panji, mengalami luka pada bagian kepala, Rego (24) warga Kapujan, luka robek pada punggung, Pendi (42) warga Kapujan, luka pada kepala, Iyal,(35) warga Kapujan, luka pada tangan kanan, Isas(40) warga Kapujan, luka robek pada tangan kanan.
 
"Sementara satunya lagi, Ibel (33) warga Kapujan, mengalami robek pada tangan kanan dan kepala," ucapnya.
 
Ia menjelaskan, keenam orang korban tersebut terbagi ada dari pemenang eksekusi dan juga dari si pemagang yang langsung dilarikan ke Pukesmas Koto Berapak, dan Rumah Sakit Umum Daerah M. Zein Painan.
  
"Dari pihak pemenang eksekusi dua orang dilarikan ke Pukesmas Pasar Baru. Kemudian dari pemagang ,tiga orang dibawa ke Pukesmas Koto Berapak. Sementara satunya lagi dibawa ke RSUD M.Zein Painan," jelasnya. 

Sementara sebelumnya, Risnaldi (39) kuasa pengugat mengatakan tanah seluas lebih kurang satu Hektare yang digadaikan oleh mamak kepala waris. Dimana pada saat itu, mamak kepala waris yang mewakili  pada saat itu dalam mengadaikannya tanpa seizin mamak yang tertua dan keponakan.
  
"Makanya saya membatalkan pagang gadai dan jual beli ini. Sebab tidak seizin mamak yang tertua dan keponakanya," ujarnya.
  
Adapun dasar eksekusi tersebut adalah salinan putusan Pengadilan Negeri Painan 13/Pdt. G/1992 PN. Pin jo putusan Pengadilan Tinggi Padang tanggal 12 November 1993 No. 83/PDT. G/1993/PT. Jo putusan Makamah Agung Republik Indonesia. (mil).


Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru