oleh

JADI PENGHULU KAUM KUTIANYIA SIMPURUIK

Fadly Amran Sandang Gelar Datuk Panduko Malano

BATUSANGKAR (Metrans)

Kehadiran penghulu disuatu kaum sangatlah penting, untuk membimbing anak kemenakan kedepannya kepada jalan yang benar. Hal tersebut yang mendasari kaum suku Kutianyia di Nagari Simpuruik Kecamatan Sungai Tarab untuk mengangkat anggota kaum mereka menjadi penghulu dengan gelar  Datuak Panduko Malano.

Walikota Padang Panjang terpilih itu  dilewakan melalui prosesi adat selama tiga hari yang diawali dengan prosesi membantai kerbau, Pati Ambalau dan malewakan gala yakni mulai tanggal 7-9/9 di Simpuruik, Tanah Datar.


Pada acara malewakan/seromoni penobatan gelar datuak Senin(9/9) dihadiri oleh Gubernurur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit, Ketua DPRD provinsi Sumatra Barat Hendra Irwan Rahim, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dan Wakil bupati Zuldafri Darma, mantan Wamendikbud Musliar Kasim, Mantan Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadiqoe, tokoh masyarakat dan perantau.

Prosesi didahului dengan tradisi bantai atau menyemblih kerbau. Bantai kabau merupakan prosesi wajib dalam tagak penghulu dimana memaknai menjauhkan sifat buruk dan mengambil sifat yang baik dari seorang penghulu. "Adatnya di sini Koto Piliang, penobatan penghulu harus ditanam tanduk yang mengartikan menanamkan sifat buruk dari penghulu dan mengangkat yang baik untuk anak kemenakan dan masyarakat," ujar Herman Malin Palito salah seorang tokoh adat di daerah setempat.

Penobatan gelar Datuak Panduko Malano untuk Fadly Amran dilakukan dalam sebuah upacara adat yang dihadiri oleh pemangku adat Nagari Simpuruik.

Disandangnya gelar datuak oleh anak dari pasangan H Amran St Sidi Sulaiman dan Hj Maizarnis ini ditandai dengan pemasangan deta oleh petinggi adat Nagari Simpuruik.

Usai prosesi, Fadly dan istri pun diarak ke rumah gadang Nagari Simpuruik. Sementara, Fadly mengaku bangga telah menyandang gelar Datuak Panduko Malano. Sebagai Walikota Padang Panjang terpilih, nama tersebut juga akan menjadi marwah bagi dirinya, keluarga dan kaum suku Kutianyia.

"Saya merasa bangga dan bahagia dipercaya oleh kaum. Terima kasih tak terhingga pada masyarakat dan kaum dalam proses pengukuhan dan penobatan gelar datuak," ucapnya.

Selanjutnya, Gubernur Irwan Prayitno mengatakan Fadly adalah seorang anak muda yang cukup potensial jika dilihat dari kiprahnya saat ini. Beliau sangat aktif dan peduli dalam kepemudaan serta santun dalam menjalankan suatu organisasi dan mengelola berbagai perusahaan yang ia pimpin.

"Saya meyakini Fadly bersasal dari keluarga terpandang dan terhormat begitu juga di kaumnya, sehingga tepat amanah ini diberikan kepada beliau sebagai penghulu dalam sukunya (Kutianyia)," ucapnya.

Irwan Prayitno yang juga penghulu di kaumnya berharap Datuk PAnduko Malano bisa menjadi pengayom dan membimbing anak kemenakan serta mampu menyelesaikan persoalan-persoalan kaum nantinya dan menjadi tauladan bagi anak dan kemenakan. "Saya dan wagub ucapkan selamat dan semoga sukses dalam mengemban amanah," kata dia.

Bupati Irdinansyah Tarmizi juga menyampaikan  ucapan selamat dan menyambut senang serta bangga atas dilewakannya Fadly sebagai penghulu. Dengan dilewakan gala ini, Ia berharap Fadly dapat menjadi inspirasi, motivasi dan teladan bagi generasi muda Minang.(eri)


Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru