oleh



Faktor Cemburu, Dua Tersangka Kasus Pembunuhan di Solok Ditangkap di Mojokerto

SOLOK (Metrans)
Dua orang tersangka kasus pembunuhan di sebuah septic tank di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok pada Minggu 11 Maret 2018 lalu ditangkap polisi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (15/3).

Penangkapan terhadap dua orang tersangka ini berawal dari hasil olah TKP dan otopsi di RS Bhayangkara yang sebelumnya korban PA (42) ditemukan tewas di dalam septic tank di dalam karung.

Menurut istri korban, ia meyakini dan memastikan bahwa itu adalah suaminya yang sudah tidak pulang selama dua hari semenjak hari Jumat, 9 Maret 2018.


Mendapat informasi bahwa korban ditemukan di belakang rumah milik Riko Suhendri yang sudah tidak tempati Riko dan istrinya dan kurang lebih seminggu, rumah itu ditempati mertuanya Awi Suyatno (41) bersama keponakannya Alfredi (17) yang merupakan pelaku pembunuhan itu. 

(Baca juga: Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk dalam Septic Tank di Solok)

Diketahui, kedua pelaku menumpang di rumah menantunya tersebut karena permasalahan rumah tangga, dimana istri Awi selingkuh dengan korban. Sebaliknya, Awi dituduh istrinya selingkuh dengan wanita lain.

Selanjutnya, sejak hari Jumat, 9 Maret 2018 sore hari, Awi dan Alfredi sudah menghilang. Awi yang ditemani oleh Alfredi pamit kepada anak-anaknya untuk pergi mencari pekerjaan di tempat yang jauh.

(Intip juga versi video: klik disini)

"Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, beserta barang bukti yang ditemukan di TKP serta hasil otopsi, dilakukan pengejaran terhadap pelaku yang dicurigai ke Kabupaten Sijunjung dilanjutkan ke Mojokerto Jawa Timur," kata Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolres Solok Kota, Jumat (16/3).

Dikatakannya, beberapa barang bukti ditemukan di TKP seperti karung plastik warna putih bermotif garis warna merah dan biru, satu buah batu yang diduga digunakan untuk memukul korban, satu buah cangkul, dua lembar baju anak-anak terdapat darah yang diduga digunakan oleh pelaku, serta sepasang sandal milik korban.

"Dari hasil otopsi terhadap korban, korban mengalami satu luka robek pada dahi, tujuh luka robek pada kepala, empat gigi atas patah, tengkorak bagian kanan atas telinga pecah, serta sedikit penumpukan darah pada paru-paru," lanjutnya.

Dikatakannya, setelah mendapatkan informasi dari berbagai saksi, anggotanya langsung mengejar kedua pelaku ke Sijunjung. Sesampai di Sijunjung, petugas mendapatkan informasi bahwa kedua pelaku melarikan diri ke Mojokerto.

"Empat hari setelah kejadian, tepatnya tanggal 15 Maret subuh, kita menemukan kedua pelaku yang disembunyikan keluarganya di ladang tebu Desa Gentong, Kecamatan Dlanggo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit PPA, Ipda Fika bersama tim Resmob menangkap kedua pelaku," terangnya.

Pada saat penangkapan, ditemukan beberapa barang bukti berupa uang tunai milik korban sebanyak Rp660 ribu dan dua buah SIM Card milik korban.

"Kedua SIM Card itu dibawa tersangka ke Mojokerto karena ingin membaca seluruh SMS korban dengan istri Awi," ujarnya.

Dikatakannya, Awi Suyatno merupakan pelaku utamanya dengan membunuh korban dengan cara memukul korban dengan batu sebanyak 6 kali yaitu mulut 1 kali, kening 1 kali, kepala belakang 2 kali, punggung 1 kali, dada 1 kali, memasukkan korban ke dalam karung dan mengubur korban dalam septic tank, serta membawa barang-barang milik korban berupa uang tunai, motor dan telepon genggam korban.

Sementara itu, Alfredi berperan sebagai pembantu Awi mengangkat korban dari lokasi pembunuhan ke tempat penguburan korban dalam septic tank, memasukkan korban ke dalam septic tank dan menimbun septic tank dengan tanah.

"Modus tersangka memanggil korban ke rumahnya di TKP. Mereka berdua bersahabat, sama-sama kerja senso memotong kayu. Setelah korban datang, disana terjadi keributan yang dilatarbelakangi oleh permasalahan keluarga. Jadi, motif tersangka ini mencemburui korban, karena korban secara terang-terangan mengatakan mempunyai hubungan dengan istri tersangka, dan secara terang-terangan mau menikahi istri tersangka Nurhayati," lanjut Kapolres.

Lebih lanjut dikatakan Dony, kedua tersangka ini disangkakan pasal 338 KUHP dan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. (Raihan)

Video Terkait:



Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru