oleh

RUMUSKAN PEMBARUAN HUKUM ISLAM KONTEMPORER

Fakultas Syariah IAIN Batusangkar Gelar Internasional Conference

BATUSANGKAR (Metrans)

Fakultas Syariah IAIN Batusangkar Gelar Internasional Conference On Humanity, Law And Sharia, dihadiri Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung Rebuplik Indonesia Amran Suadi di Auditorium setempat, Kamis (15/11).

Ketua Kamar MA RI yang sekaligus berperan sebagai Keynote Speaker pada pertemuan pakar-pakar hukum Islam, untuk mencari format yang tepat adanya sebuah rumusan baru dalam ilmu-ilmu syariah untuk menyikapi problematika kontemporer, tak terkecuali dengan hukum Islam, untuk menghadapi tantangan kedepan agar dapat menjawab problematika kemasyarakatan yang terus berkembang.


Ia katakan, Mahkamah Agung RI sebagai pemegang kekuasaan kehakimam di Indonesia dengan empat badan peradilan di bawahnya mengawal dan mendukung upaya pembaharuan hukum Islam yang lebih Responsif dan Progresif sejalan dengan upaya memberikan rasa keadilan kepada Masyarakat.

lebih lanjut, Ia tambahkan, Mahkamah Agung sebagai badan pelaksana kekuasaan kehakiman telah melakukan pengkajian dan pembaharuan hukum islam di Indonesia, sampai saat ini pembahuruan hukum islam merupakan salah satu dari sejumalah tema yang mengemuka dalam berbagai diskursus hukum, pembaharuan tersebut terutama didorong oleh keinginan para penegak hukum dan penggiat hukum islam untuk menampilkan citra hukum islam yang lebih harmonis dan responsive terhadap perubahan zaman. Ujar ketua makar MA RI.

Sementara, Rektor IAIN Batusangkar Kasmuri katakan Internasional Conference On Humanity, Law And Sharia merupakan salah satu kegitan yang berkontribusi sangat besar terhadap kemajuan IAIN Batusangkar, dan memberikan peluang-peluang strategis bagi para hakim di Sumatera Barat.

"Kegiatan yang bertemakan “Rekonstuksi Ilmu-ilmu Syariah dalam Menghadapi Problematika Hukum Kontemporer” menghadirkan pakar-pakar hukum," katanya .

Lebih lanjut Kasmuri menyampaikan, Fakultas Syariah IAIN Batusangkar sebagai Perguruan Tinggi keislaman memandang perlu adanya sebuah rumusan baru dalam ilmu-ilmu syariah utuk menyikapi problematika kontemporer, karena sesuai dengan Visinya “terdepan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu Syariah dengan penguatan keilmuan yanng integratif dan interkonektif, berbasis riset dan kearifan lokal”. Untuk mewujudkan visi tersebut maka dilakukan berbagai macam kegiatan ilmiah seperti forum diskusi dan seminar.

Ketua Pelaksana Zainuddin sampaikan kegiatan ICHLaSh berlangsung selama dua hari, 14/15 November 2018. Dengan narasumber sebagai Plenary Speaker Prof. Dr. H. Yaswirman, MA. SH. dari Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Ghafar Ismail dari Brunai Darussalam, Prof. Dr. Hj. Nasimah Hussin dari Malaysia dan Dr. H. Adnan Trakic dari Bosnia. Peserta dalam acara tersebut, dosen-dosen dari perguruan tinggi Se-Indonesia yang bergerak dalam bidang Hukum, serta mahasiswa, ucapnya yang juga dekan Fakultas Syariah IAIN Batusangkar.

Turut hadir Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Barat, ketua Pengadilan Agama se-Sumbar dan Ketua Pengadilan Negeri Serta Pengadilan Tata Usaha Negara Padang, dan Ketua Urusan Agama Se-kabupaten Tanah Datar. (eri)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru