oleh

MESKI DITERPA ISU TAK SEDAP

Firdaus Masih Menjabat Plt Kakankemenag Pessel

PAINAN (Metrans)

Pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), Firdaus beberapa waktu lalu diterpa isu tak sedap. Ia dituding telah melakukan dugaan pungutan liar (Pungli) dan penyimpangan pengelolaan keuangan di daerah setempat.

Firdaus ditunjuk mengantikan Kakankemenag Drs. H. Malikia, MA, yang melaksanakan cuti guna menunaikan ibadah haji, dan terhitung mulai 1 september 2018 akan memasuki masa purna tugas.


Isu itu semakin merebak dengan beredarnya surat dari Inspektur Jendral Kementerian Agama Nomor R - 350/II/PS, 02J/08/2016 tanggal 3 Agustus 2016 tertang pelanggaran ketentuan pasal 3 angka 4, angka 5, angka 6, angka 9, angka 17 dan angka 10 Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 untuk di jatuhi hukuman disiplin yaitu berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun.

Surat tersebut ditujukan kepada Firdaus yang saat ini menjabat sebagai Plt Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan.

Meski kabar itu telah beredar luas, namun Firdaus yang diangkat menjadi Plt Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan sejak tanggal 2 Agustus 2018 lalu, masih menjalankan rutinitasnya sebagai Plt.

Menanggapi persoalan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat H. Hendri ketika dihubungi Metrans menyampaikan, jabatan yang telah diamanahkan kepada Firdaus sebagai Plt Kemenag Pessel sudah sesuai prosedur.

"Nah, persoal yang dilakukan oleh bapak Firdaus kan sudah selesai, jadi tidak ada lagi persoalan. Namun, yang penting kami telah menunjuk Firdaus sesuai usulan Kepala Kemenag sebelumnya. Pokoknya sudah sesuai aturan dah itu aja," ujarnya singkat, Rabu (12/9).
Sementara itu, Plt Kemenag Pessel Firdaus mengatakan terkait adanya surat dari Inspektur Jendral Kementerian Agama atas dugaan penyalahgunaan wewenang pungutan liar dan penyimpangan pengelolaan keuangan yang telah dilakukanya, dirinya mengaku sama sekali belum pernah melihat dan menerimanya surat tersebut.

"Saya belum pernah melihat dan menerima surat dari Kementerian Agama RI itu," katanya. (mil)


Editor :  Febriansyah Fahlevi

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru