oleh



Gusmal Perintahkan BPBD dan Dinsos Kerja Keras Tangani Banjir Kinari

KINARI (Metrans)
Bupati Solok Gusmal langsung melakukan peninjauan ke lokasi banjir bandang yang melanda tiga nagari di wilayah Kecamatan Bukit Sundi.

Dalam kunjungan tersebut, Gusmal memerintahkan instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial untuk segera menyikapi persoalan tersebut.

"Penangan pasca musibah ini perlu segera ditindaklanjuti, saya perintahkan instansi terkait segera bekerja," kata Gusmal.


Didampingi Asisten Pemerintahan dan kepala Instansi terkait, gusmal menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang melanda secara tiba-tiba. Selain merenggut korban jiwa, musibah banjir bandang ini turutmenimbulkan kerugian besar terhadap masyarakat.

"Kita sangat prihatin atas musibah ini, saya perintahkan Asisten II untuk mengkoordinir penangangan pasca bencana ini. Saya ingatkan ini adalah musibah bersama, dan kita kerjakan secara bersama," tambah Gusmal.

Sementara itu Asisten II bidang Ekonomi dan kesejahteraan sosial, Aliber Mulyadi mengatakan, penanganan bencana ini akan langsung dikoordinasikan ke Pemerintahan Kabupaten dan pihak provinsi.

"Musibah ini cukup besar karena melanda tiga Nagari dan berdampak terhadap ribuan masyarakat dan memporak-porandakan perekonomian masyarakat, untuk itu kita akan percepat penanganannya," tambah Aliber, Minggu (9/9).

Ditambahkan Aliber, penanganan yang pertama dilakukan adalah melakukan pendataan bagi masyarakat yang terdampak. Seperti pendataan secara rinci rumah yang rusak berat dan ringan, serta kerugian harta benda lainnya.

"Secara umum hal ini akan kita tangani secepatnya, petugas dari BPBD dan Tagana, Dinas PU dan instansi lainnya masih terus melakukan pendataan," pungkas Aliber Mulyadi.

Diberitakan sebelumnya, musibah banjir bandang yang terjadi pada kamis malam (06/09) sekirapukul 21.00 wib itu menyebabkan 1 orang meninggal dunia. Hamid (70) meninggal dunia karena terkejut melihat banjir yg tiba-tiba datang, kemudian korban dilarikan ke rumah Gadang untuk dilakukan penanganan namun setelah sampai di rumah Gadang Korban dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Kesehatan.

Adapun data sementara dampak bencana banjir bandang yang melanda dari petugas Tagana di Nagari muaro Panas diantaranya : Jorong Koto Panjang. Dusun Balai Gadang 40 unit rumah, Jorong Balai Pinang, Dusun Lubuk Ingau h 15 unit rumah , Jorong Galagah, Dusun Pintu Gabang 20 unit rumah, Jorong Koto Kaciek, Dusun PulauAaua rumah 40 unit, tiga bangunan sekolah, enam bangunan mussalla dan dua bangunan mesjid

Sedangkan di Nagari kinari, 500 unit rumah rusak berat dan ringan, hewan ternak kambing 15 ekor, sapi  tujuh ekor, Padi/gabah 3 ton hanyut dan 5 ton rusak/basah.

Untuk data bangunan lain yang rusak diantaranya adalah Puskesmas Pembantu 1 unit, Sekolah 3 unit, bangunanMushola 2 unit, Kios atau warung 20 unit, Sawah terendam tanah lumpur sebanyak ± 800 ha, Bendungan 1 unit, Mobil 6 unit dan Motor sebanyak 20 unit.

Hingga berita diturunkan, petugas BPBD dibantu Dinas PU masih melakukan pendataan dan menghitung Kerugian masyarakat. (ad)

 


Editor :  Novrizal Sadewa

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru