oleh



Hackathon Cybertech Usai, Aplikasi Smart Edu Rajai Kompetisi

PADANG (Metrans)

Hackathon Cybertech kedua kali yang digelar mulai Sabtu (15/6) hingga Minggu (16/6) di kampus Politeknik Negeri Padang, diikuti 6 tim dan telah mengadu kemampuan selama 21 jam dalam membuat program aplikasi, usai sudah.

Hasil perlombaan yang bertemakan "Creative Learning" tersebut, tim yang menjuarai perlombaan berdasarkan hasil keputusan dewan juri telah dipilih dan diberikan hadiah berupa trophy, sertifikat dan uang tunai.


Ketua Pelaksana Hackathon Cybertech, Lakdar Arfento mengatakan, ada beberapa kriteria penilaian yang dinilai oleh dewan juri. Di antaranya, teknik pemrograman, user interface (tampilan), completeness (hasil akhir), dan ide.

"Untuk dewan juri, ada tiga. Yaitu Yoeza Mulyo Sapoetra dari CimangkoLabs, Doni Satria Ihsan dari StartUp Kito dan Abdul Hafizh juga dari StartUp Kito," ungkapnya, Senin (17/6).

Lebih lanjut kata dia, dari hasil keputusan, dewan juri menetapkan juara 1 yakni tim AMCC yang diketuai oleh Yogi Yulianto. Mereka membuat aplikasi "Smart Edu", sebuah aplikasi E-Learning yang dapat memberikan solusi untuk memberikan pendidikan Indonesia yang lebih.

"Aplikasi Smart Edu akan lebih mempermudah pembelajar seperti distribusi modul, soal dan pengumpulan tugas akan lebih menjadi efektif dan efisien yang dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun," sebutnya.

Kemudian, kata dia, juara runner up berhasil diraih oleh tim Furgetech yang diketuai oleh Frisdiandi Septiatama. Mereka membuat aplikasi "Yuk Sharing", sebuah platform aplikasi untuk mempermudah pengguna saling berbagi tutorial dari berbagai bidang pendidikan dengan menggunakan cara-cara yang kreatif.

"Dengan aplikasi ini, setiap pengguna dapat mengelola sistem tutorialnya serta setiap user akan mendapatkan pendapatan berdasarkan tutorial yang di-share ke masyarakat banyak," kata dia.

Terakhir, juara terfavorit berhasil diraih oleh tim H-1 yang diketuai oleh Yandri. Mereka membuat "Aplikasi Belajar Baca Al-Qur'an untuk Tuna Rungu".

"Dengan adanya aplikasi ini, bisa membantu para anak tuna rungu yang baru belajar mengenal bahasa untuk bisa membaca dan mengerti apa Al-Qur'an yang menjadi kitab suci umat islam," kata dia mengakhiri. (Raihan)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru