oleh



Harga TBS Sawit di Pessel Anjlok, Petani: 70 Persen Ekonomi Kami Tergantung Hasil Sawit

PAINAN (Metrans)

Anjloknya harga sawit di Kabupaten Pesisir Selatan menjadi persoalan besar dan dikeluhkan petani sawit. Betapa tidak, hasil sawit merupakan ujung tombak perekonomian bagi masyarakat di daerah itu.

"Ekonomi kami, 70 persen tergantung pada hasil sawit. Ini menjadi dilema bagi kami, kalau tak diambil, sawit rusak. Kalau dipanen, hasil penjualanya tidak maksimal," kata salah seorang petani sawit, Adrison, warga Air Haji, Minggu (14/7).


Bapak tiga anak ini mengungkapkan, akibat anjloknya Tandan Buah Segar (TBS) sawit tersebut juga sangat berdampak buruk, terutama dalam hal kelancaran untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya.

"Ya kalau harga sawit ini murah, tentunya akan berdampak buruk  terutama dalam kelanjutan bagi pendidikan anak saya," ungkapnya.

Diakunya, anjloknya harga sawit di daerah itu dialaminya sejak satu tahun terakhir. Ia pun sangat menyayangkan atas murahnya harga sawit di daerah itu. Hal demikian dikatakan, sebab harga sawit di daerah lain lebih mahal bila dibandingkan harga di Pesisir Selatan, padahal kualitasnya sama.

"Akibatnya ini, daya pasar menjadi melemah, dan perkebunan kami juga tidak terawat," ungkapnya.

Ia berharap, agar di Pesisir Selatan mendirikan atau penambahan sebuah pabrik sehingga menjadi daya saing bagi perusahaan yang ada di daerah itu. 

"Saya mengharapkan ada penambahan pabrik. Jika tidak, tentunya tidak ada saingan bagi perusahan yang ada," harapnya 

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Darwiadi, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk menangani anjloknya harga sawit yang dikeluhkan petani sawit di daerah itu.

"Saya berharap kepada pemerintah setempat agar secepatnya menangani permasalahan ini. Karena ini kan menyangkut nasib bagi petani sawit," katanya,

Darwiadi mengakui, bahwa peningkatan infrastruktur pembangunan di daerah itu sangat berkembang salah satunya dari sektor pariwisata. Namun, tidak hanya cukup dengan hal itu dinamika yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat (rendahnya harga TBS sawit) yang merugikan petani sawit perlu juga hendaknya menjadi perhatian.

Sebab, kata dia, harga jual TBS di tingkat petani saat ini hanya Rp450/kg. Kondisi tersebut membuat perekonomian petani sawit semakin terpuruk.

"Guna menyelamatkan nasib petani, tanpa adanya campur tangan dari pemerintah mustahil petani sawit bisa sejahtera," tegasnya.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi petani sawit saat ini dengan harga yang begitu rendah, berakibat pada turunnya kemampuan daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga secara umum akan menyulitkan perekonomian masyarakat.

Maka dengan ini, pihaknya secepatnya akan memanggil pihak-pihak terkait seperti dinas perkebunan, dinas perdagangan dan perekonomian.

"Kita akan berkoodrinasi dengan ketua DPRD dan akan memanggil pihak terkait termasuk PT. Incasi raya dan PT. Kemilau," ujarnya.(mil)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru