Hari Pertama UNBK di Tanah Datar Arus Listrik Tidak Stabil

SMA N 2 Sungai Tarab


BATUSANGKAR (Metrans)

Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, berjalan lancar dan aman, meski terdapat sedikit kendala, seperti listrik yang tidak stabil.

Hal tersebut dialami peserta UNBK di SMA 2 Sungai Tarab, namun tidak terlalu mengganggu pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2017-2018 di sekolah tersebut.


Berdasarkan pantauan Metrans, Senin (9/4), SMA 2 Sungai Tarab merespon tidak stabilnya arus listrik. Kepala Sekolah SMA 2 Sungai Tarab, Drs. Mulyono langsung melaporkan kepada pihak Koordinator Pengawas UNBK SMA/MAN Sumatera Barat wilayah Kabupaten Tanah Datar Rosfairil.

“Pak..pelaksanaan UNBK SMA 2 Sungai Tarab ini sedikit terkendala arus listrik tidak stabil,” kata Mulyono yang sebelumnya juga melaporkan kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) setempat.

Sementara itu Korwas UNBK SMA/MAN, Rosfairil katakan ujian nasional tingkat SMA sederajat di kabupaten Tanah Datar diikuti 3660 peserta dari 19 SMA dan 22 Sekolah Madrasyah, meskipun demikian dari 19 sekolah SMA tersebut hanya 14 SMA yang melaksanakan UNBK dan 5 SMA lainnya melaksanakan Ujian Nasional kertas dan Pensil (UNKP), salah satunya SMA unggul dan SMA Rujukan, ungkapnya.

Rosfairil menambahkan, untuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di kabupaten Tanah Datar dari 3660 peserta terdata satu siswa yang batal UN karena meninggal dunia usai pelaksanaan ujian akhir sekolah beberapa waktu lalu akibat sakit yang dideritanya yaitu bersal dari SMAN 3 Batusangkar.

Sementara pelaksanaan UN di SMAN 3 Batusangkar yang melaksanakan UNKP yang terkendala kekurangan sarana, namun SMAN 2 Batusangkar yang juga kekurangan sarana mampu melaksanakan UNBK walaupun menumpan ke sekolah lain.

Saat dikomfirmasi, Kepala Sekolah SMA N 3 Batusangkar Ediwarman mengatakan, sekolah kami belum melaksanakan UNBK karena kekurang sarana, saat ini hanya 10 unit komputer yang bisa di gunakan untuk pelaksanakan UNBK dan jumlah tersebut belum mencukupi dari jumlah siswa yang akan mengikuti UN, termasuk keterbatasan anggaran untuk melengkapan fasilitas tersebut dari pihak sekolah.

Namun sebaliknya Kepala Sekolah SMAN 2 Batusangkar Desvianorita mengungkapkan UN yang dilaksanakan secara UNBK lebih menguntungkan pihak sekolah dan dapat meminilisir kecurangan. “Kita tidak capek menjemput soal ke polsek, pokoknya sangat memudahkan kita pihak sekolah,” pungkasnya dengan tenang.

Ditempat terpisah pihak PLN melalui Petugas Pos Jaga wilayah Sungai Tarab Us alias Abang kepada Metrans mengatakan, pihak PLN telah bekerja secara maksimal namun sedikit terkendala daya pada jaringan di SMAN 2 Sungai Tarab.

“Walaupun demikian kami tetap berjaga-jaga di lingkungan sekolah selama pelaksanan UNBK, katanya melalui via selularnya. (eri)

Editor :  Novrizal Sadewa

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Facebook Comments