KISRUH MAKIN MELEBAR

Hubungan Walikota dan Sekda Padang Panjang Retak Pula

Ilustrasi

PADANG PANJANG (Metrans)

Beberapa bulan lalu, melalui media maraknya pemberitaan tentang tak harmonisnya hubungan Walikota Padang Panjang Hendri Arnis dengan wakilnya Mawardi, kini perseteruan itu berlanjut antara Wako dan Sekda.

Tidak jelas alasannya, tahu-tahu jabatan Ketua Dewan Pengawas PDAM Padang Panjang yang selama ini melekat ke Sekda, dicopot oleh Walikota dan diserahkan kepada Erizal Kepala BPBD. Tak sampai di situ mobil dinas sang Sekda juga ditarik berikut fasilitas penunjang lainnya, bahkan disinyalir sampai ke tunjangan Sekda.


Kabar retaknya hubungan Walikota Padang Panjang Hendri Arnis dengan Sekda Prof Edwar Juliartha sudah menjadi rahasia umum.  Santer terdengar banyak kebijakan walikota yang tidak lagi melalui dukungan Sekda. Baik menyangkut anggaran maupun program yang telah dicanangkan sesuai visi misi kepala daerah.

Pengamat Sosial Padang Panjang, Masri Edwar dan Taufik kepada media menyampaikan idealnya Sekretaris Daerah memiliki kapabilitas dan loyalitas serta bisa bekerjasama dan tidak bertentangan dengan Walikota. Apalagi dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya, Sekretaris Daerah bertanggung jawab kepada Walikota

“Menurut pandangan saya, peranan itu telah dilaksanakan oleh Sekda dan rasanya kehadiran dia di kota Padang Panjang cukup familiar di mata masyarakat,” ujarnya pada Metrans.

Sementara Taufik mengatakan jika Wako menganggap Sekda tak mampu bekerja maksimal
dia harus bisa melihat, kebijakan apa yang sudah dikerjakan dan mana yang belum. Bukan malah berseteru sebagaimana isu yang berkembang.

“Aroma ketidakharmonisan tersebut dikhawatirkan bisa mempengaruhi kewibawaan pimpinan di mata bawahan,” papar Taufik.

Dia menyarankan walikota berani mengambil sikap tegas. Bila memang dinilai tidak loyal, sebaiknya walikota mencari pengganti. bukan bertindak seperti ini. Tidak profesional. Yang akan berdampak pada mandegnya jalan roda pemerintahan.

Jabatan Sekda sangat strategis dan dapat diumpamakan sebagai tangan kanan bagi Walikota dan Wakil Walikota . "Terutama untuk menggerakkan mesin birokrasi dan menjalankan visi dan misi kepala daerah," urainya.

Pendapat senada juga datang dari Nasrullah Nukman Ketua Komisi 1 DPRD Kota Padang Panjang .dia menyatakan hubungan antara Walikota dan wakilnya serta Sekda seharusnya harmonis, sinergis dan saling menguatkan.

“Sepanjang walikota berjalan pada rel yang benar, dia (Sekda) wajib hukumnya membantu. Kalau tidak, itu namanya tidak loyal," terangnya

Sementara Sekdako Padang Panjang Edwar Juliartha saat konfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan kalau jabatan Ketua Badan Pengawas di PDAM itu telah dicopot dari tangannya dan digantikan dengan yang lain, begitu juga dengan mobil dinas Innova baru BA 6 N dan mobil operasional darma wanita telah ditarik. Tentang alasannya tanya saja langsung sama Wako,” ujar Edwar pada Metrans.


Jangan Lewatkan