18 Okt 2017 | 20:46:00 WIB
Pewarta : Wahyu Amuk



ICLA-6 Diharapkan sebagai Wadah Penelitian Berkelanjutan

ICLA-6 Diharapkan sebagai Wadah Penelitian Berkelanjutan

Gubernur Sumbar dan WR I UNP, disaksikan Dekan FBS UNP dan Ketua Pelaksana saat pembukaan ICLA-6 secara resmi, Rabu (18/10).


PADANG (Metrans)

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno sangat mengapresiasi "The Sixth International Conference on Languages and Arts (ICLA-6)" yang digelar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) di Pangeran Beach Hotel Padang, Rabu (18/10).

ICLA-6 yang bertajuk "Innovation in Languages and Arts" ini sebagai ajang bertukar dan berbagi informasi, baik peneliti, akademisi, praktisi, atau mahasiswa. Tema yang dipilih dalam ICLA-6 ini, menurut Irwan sangat relevan sesuai situasi saat ini.


"Konferensi ini wadah yang sangat bagus bertukar pikiran, semoga hasil konferensi ini nantinya bisa dipraktikkan dan berkelanjutan," ungkap Irwan di hadapan 200 peneliti dan akademisi, dosen, guru, dan mahasiswa.

Dalam meningkatkan daya saing, Gubernur Sumbar ini menegaskan setiap orang harus berinovasi, berkreasi, memperbaharui diri, dan berpikir. Disebutnya, inovasi yang dimaksud dilakukan dengan penelitian, bukan hanya bidang teknologi serta informasi, tetapi juga bidang bahasa dan seni.

"Jangan diam, teruslah berinovasi, dan melakukan berbagai penelitian, agar tidak hilang digilas zaman," ujarnya.

Namun Irwan juga sangat menyayangkan, selama ini ribuan hasil penelitian oleh mahasiswa dan dosen belum memberi dampak yang siginifikan. Padahal, menurutnya penelitian yang dilakukan tersebut harus berkelanjutan dan dipraktikkan, agar berdaya guna bagi kehidupan manusia.

"Sayang selama ini penelitian banyak terbengkalai, mungkin adanya berbagai kendala, termasuk waktu dan biaya. Semoga konferensi ini bisa sebagai wadah penelitian yang berkesinambungan," harapnya.

Menanggapi pernyataan itu, pihak Rektorat UNP yang diwakili Wakil Rektor I, Yunia Wardi mengatakan UNP menyokong dosen dan mahasiswa UNP terus melakukan penelitian yang berkelanjutan. Dorongan ini sebagai upaya pihak UNP melakukan berbagai inovasi baru, agar hasil penelitian berdampak positif bagi masyarakat luas.

"Nanti kita berupaya supaya hasil penelitian yang dilakukan dosen, bahkan mahasiswa bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah, agar penelitiannya berdaya guna," sebutnya.

Sementara Ketua Pelaksana ICLA-6, Prof. Dr. Atmazaki, M.Pd., menyampaikan, terkait konferensi ini sesuai isu-isu penting masalah perkembangan bahasa dan seni, pembelajarannya, serta inovasi yang dibutuhkan untuk tantangan bahasa dan seni ke depan.

Ia menyebutkan untuk memberi berbagai inovasi baru, pihaknya menghadirkan 111 pemakalah, serta mengundang tujuh pemakalah inti dari lima negara. Semua pemakalah ini, dikatakannya sudah mewakili berbagai bidang serta kajian tentang ilmu bahasa dan seni.

Ada pun tujuh pemakalah intu tersebut, yakni Prof.Jonathan Newton (Victoria University-New Zealand), Dr.Jhon Yandell (University College London-England), Prof.Dr.Angelika Kubanek (University of Braunsweig-Germany), Prof. Emi Emilia, Ph.D (Universitas Pendidikan Indonesia-Bandung Indonesia), Prof.Datin Rahmah Bujang (Former APM, UM-Malaysia), Ir.Drs.Heldi, M.Si., Ph.D (UNP-Indonesia), dan Yuta Kotake (Amerika Serikat).

"ICLA-6 ini berkaitan momen Dies Natalis ke 63 UNP, sekaligus merayakan Hari Bulan Bahasa pada 28 Oktober 2017 mendatang. Makalahnya nanti akan kita terbitkan di Atlantis Press," ungkapnya. (why)

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook