oleh



Ikon Batu Malin Kundang Perlu Diperbesar

PADANG (Metrans)

Saat Lebaran 2019, pengunjung objek wisata Pantai Air Manis membludak. Para wisatawan ini tak hanya warga Kota Padang, tetapi juga para perantau dari berbagai provinsi yang tengah pulang kampung. 

Dalam sehari, tak kurang sekitar 63 ribu pengunjung yang datang melihat dari dekat Batu Malin Kundang yang menjadi ikonnya. Cerita yang menjadi simbol dari anak durhaka yang akhirnya dikutuk menjadi batu.


Namun ikon Batu Malin Kundang itu sepertinya belum representatif. Apalagi posisi batu saat ini yang berada di pinggir pantai, sering tertutup pasir. Dirasa perlu untuk membuat sedimentasi batu Malin Kundang yang agak besar. 

“Ikon Batu Malin Kundang yang saat ini ada di Pantai Air Manis, tidak cukup besar untuk dijadikan ikon,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Rudy Rinaldi, kemarin.

Dikatakan, Malin Kundang adalah cerita rakyat yang merupakan simbol anak durhaka ke ibunya. Cerita ini sangat baik untuk menanamkan rasa hormat dan sayang kepada ibu. 

Namun, tambah Rudy, simbol yang dijelmakan dalam bentuk patung batu tersebut ukurannya masih sangat kecil dan tidak terlihat kalau Pantai Air Manis memiliki konten dari cerita rakyat tersebut.

"Dengan begitu, ide melakukan penggantian ukuran batu Malin Kundang akan menjadi masuk akal, dan akan menjadikan kawasan Pantai Air Manis mantap menjadi kawasan Wisata Malin Kundang," katanya.

Ia mengatakan, saat ini batu Malin Kundang tersebut sering tertutup pasir akibat pasang air laut. Dengan ukuran yang lebih besar ditambah dengan kapal pecah yang juga berukuran besar, ikon ini akan jelas terlihat dari kejauhan. 

“Agaknya perlu dibangun Btu Malin Kundang yang agak besar dengan tinggi sekitar 3 meter di lokasi yang sama. Kemudian di sebelahnya dibuatkan replika ukuran yang lebih kecil,” katanya.

Anak-anak akan melihatnya dengan jelas kutukan yang menjadikan Malin Kundang seperti batu yang sedang telungkup, lanjutnya. Dengan demikian wisata edukasi akan berhasil diciptakan di kawasan ini. Pantai yang tenang nan elok, ditambah simbol anak durhaka yang terlihat dengan jelas. (vie)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru