Jaksa KPK Tuntut Bos Grup Dempo 3 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta

Terdakwa M.Yamin Kahar menjalani sidang dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

PADANG (Metrans)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut bos grup PT Dempo, Muhammad Yamin Kahar 3 tahun kurungan penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. KPK menyatakan M Yamin terbukti melakukan suap proyek pembangunan infrastruktur Jembatan Ambayan dan Masjid Agung di Solok Selatan.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama  tiga tahun, denda Rp200 juta, dan subsider enam bulan penjara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Rikhi B. Maghaz bersama tim saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Padang, Jumat (5/6).


Jaksa beralasan, M Yamin telah terbukti melanggar pasal 5 ayat (1) huruf b, Undang-ndang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor juncto Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Terdakwa tidak mengakui perbuatannya," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, melalui penasihat hukumnya, M Yamin menolak tuntutan yang diberikan. Sebagai penasihat hukum, Halius Hosen bersama tim, mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi).

Menanggapi pleidoi yang dibacakan, sidang yang diketuai Yose Rizal beranggotakan Zaleka dan M Takdir, memberikan waktu satu minggu. Sehingga sidang dengan agenda replik akan kembali dibuka pekan depan.

"Baiklah sidang ini kita lanjutkan pada pekan depan," tegasnya.

Untuk diketahui, KPK menetapkan Muzni dan Yamin sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur berupa Masjid Agung Solok Selatan, dan pembangunan jembatan Ambayan. Muzni diduga menerima suap sebesar Rp460 juta dari Yamin terkait proyek pembangunan jembatan Ambayan yang memiliki pagu anggaran Rp14,8 miliar.

Sementara terkait dengan proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan, Yamin juga telah memberikan uang pada sejumlah bawahan Muzni yang merupakan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan. Secara total, Yamin setidaknya telah menggelontorkan sekitar Rp315 juta untuk menyuap bawahan Muzni.


Jangan Lewatkan