DISEBABKAN JALAN TERBAN

Jalan Sumbar-Riau Ditutup Hingga Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Inilah kondisi jalan terban sepanjang 20 meter, dan kanan tampak Gubernur Riau Andi Rachman (baju putih) sampai meninjau ke titik terparah

PAYAKUMBUH (Metrans)

Jalan Sumbar-Riau tepatnya di Pangkalan, Limapuluh Kota ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu dikarenakan kondisi jalan terban hingga 20 meter sehingga belum bisa dilalui.

"Untuk sementara jalan Sumbar-Riau kita tutup. Kita sudah koordinasi dengan Polda Riau dan mereka sudah menutupnya di Rantau Brangin. Mudah-mudahan dalam dua sampai tiga hari kedepan sudah bisa dilalui," ujar Kapolda Sumbar, Brigjen Pol Fakhrizal saat meninjau  lokasi bencana. Kabupaten Limapuluh Kota bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Sabtu (4/3).


Fakhrizal mengatakan ada 64 titik longsor dan jalan terban di  delapan kecamatan di Limapuluh Kota yaitu Pangkalan, Bukit Barisan, Harau, Mungka, Luak, Lareh Sago Halaban, Kapur IX dan Suliki.

(Baca juga: Jalur Payakumbuh – Pekanbaru Putus Total)

(Baca juga: Tak Hiraukan Perut yang Sudah Keroncongan)

(Baca juga: Korban Tewas Bencana “Pangkalan” Berjumlah Lima Orang)

"Semua titik longsor sudah dibersihkan dan sudah bisa dilalui. Tinggal satu titik jalan terban di perbatasan Sumbar-Riau di Pangkalan yang menyebabkan akses jalan terputus," ujarnya.

Setelah titik longsor dibersihkan, akses jalan dari Pangkalan menuju Payakumbuh sudah bisa dilalui. Hanya saja masyarakat diminta waspada karena jalan masih dipenuhi material longsor.

"Setelah sempat tertutup akhirnya akses Pangkalan-Payakumbuh sudah bisa dilalui, namun kita masyarakat berhati-hati," katanya.

Sementara Gubernur Irwan Prayitno mengatakan bencana yang melanda Limapuluh Kota saat ini merupakan yang terparah.

"Biasanya kalau bencana banjir, banjir saja atau longsor, longsor saja. Kali ini langsung tiga banjir, longsor dan jalan terban," katanya.

Soal jalan terban di perbatasan, Irwan meminta semua stakeholder supaya bisa memperbaikinya secepat mungkin. Pasalnya jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Sumbar dan Riau.

"Ya mudah-mudahan dapat segera diperbaiki sehingga bisa dilalui," ujarnya.(pep)


Jangan Lewatkan